Stroke ringan (cerita asuransi)
Saya tertegun saat mendengar kabar dari teman, bahwa sudah seminggu lebih Arif yang juga teman saya, terkena stroke di bagian wajah sebelah kanan. Pada awalnya saya tidak percaya sembari menimpali dengan bercanda: "kanker kali, alias kantong kering", sambil tersenyum teman saya menjawab : "klo kantong kering itu penyakitmu mas, coba deh mampir kerumahnya". Dalam hati saya bertanya, apakah benar Arif umurnya masih 29 tahun yang tergolong masih muda dan anak baru satu, bisa terkena stroke?

Dari kisah ini, dapat kita ambil pembelajaran bahwa resiko hidup dalam hal ini sakit, sakit apapun itu, bisa datang setiap saat, kepada setiap orang, tanpa diharapkan, tanpa diketahui dan tanpa kita duga sebelumnya. Yang menjadi renungan dalam cerita diatas adalah :
- Bagaimana seandainya Arif yang wiraswasta dan bertindak pencari nafkah dalam keluarga ini terlambat dalam pertolongan pertama hingga menyebabkan penyakitnya bertambah parah, dan dibutuhkan waktu lama untuk pemulihan sehingga menyebabkan dirinya berbulan-bulan tidak bisa mencari nafkah, otomatis tidak akan ada pemasukan.
- Seandainya itu serjadi, bagaimana dengan keluarganya? sedangkan dapur harus tetap berasap, kebutuhan rutin harus tetap dikeluarkan seperti biaya listrik, air dan telpon, belum lagi biaya sekolah anak dan lain-lain.
- Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk penyembuhan. Seandainya tabungan sudah tergerus habis, apa yang akan dilakukan?Jual aset atau berhutang?
Kita semua pasti tidak menginginkan semua itu terjadi, tapi bagaimana cara kita mengalihkan resiko dan meminimalkan dampak dari resiko itu seandainya harus terjadi.
Dalam perbicangan santai di ruang keluarga, mereka pun menyadari bahwa asuransi itu memang perlu, sebelumnya penawaran asuransi menjadikan sesuatu yang selalu mereka hindari dengan berbagai pertimbangan dan alasan, termasuk penawaran dari saya, tapi setelah semua ini terjadi mereka baru menyadari kenapa tidak sedari dulu mengikuti asuransi kesehatan, sehingga tabungan tidak tergerus untuk biaya-biaya seperti ini, dan juga karena masih banyak penyakit lain diluar sana yang lebih parah dari sakit yang Arif derita sekarang ini. Sang istri sempat berkata : " Kami harus sedia payung sebelum hujan, seandainya hujan itu memang turun, paling tidak baju dan badan tidak akan basah semua."
Saya yakin, masih banyak cerita seputar asuransi yang memiliki kesamaan dengan cerita teman saya diatas di masyarakat. Memang manfaat asuransi tidak bisa langsung dirasakan begitu kita mengikuti asuransi. Berbeda dengan makanan, minuman yang bisa langsung dapat kita rasakan manfaatnya, makanan enak membuat kenyang, minuman segar membuat rasa haus kita hilang. Seandainya semua orang bisa tau masa depan, kapan kita sakit, kapan kecelakaan, kapan kita meninggal, mungkin cukup dengan punya etalase, kita tempatkan di depan rumah atau toko dan disitu dituliskan "Disini Jualan Asuransi" orang pada berbondong-bondong membeli asuransi seperti membeli pulsa.
Diulas : Ganang Gatikta
Terima kasih buat temanku Arif dan keluarga di Malang :)
Terima kasih buat temanku Arif dan keluarga di Malang :)
0 komentar:
Posting Komentar