" Sebuah Polis adalah tanda cinta yang paling tulus - by your side, for life"

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Perusahaan Jepang Akuisisi 40% saham Asuransi Panin Life

insurance

Perusahaan Jepang Akuisisi 40% saham Asuransi Panin Life

Perusahaan asuransi jiwa asal Jepang, Dai-ichi Life Insurance Co Ltd menyetujui perjanjian pembelian 40% saham perusahaan asuransi lokal yakni Panin Life seharga US$ 337 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun.Hal ini dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis asuransi Dai-ichi di kawasan ASEAN.

Seperti diberitakan Reuters, Selasa (4/6/2013), pihak Dai-ichi melihat pasar asuransi di Indonesia cukup menjanjikan.Deputy President, Group Management Dai-ichi Life, Hideto Masaki mengatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia masuk yang tercepat di pasar asuransi dengan total premi asuransi jiwa sebesar kurang dari 2% dari PDB."Memasuki pasar asuransi Indonesia merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan internasional kami dan akan memperkuat kehadiran kami di pasar negara berkembang," ujarnya.

Dai-ichi Life merupakan perusahaan publik di Jepang yang telah berpengalaman selama lebih dari 100 tahun di sektor industri asuransi jiwa. Dai-ichi Life cukup terkenal di Jepang, dan memiliki jaringan operasional yang tersebar di Asia Pasifik, Eropa, Amerika, dan Australia.

Sumber : finance.detik.com

Panin Life Raih "The Best Insurance 2012"


Panin Life Raih "The Best Insurance 2012"

Panin Life Raih "The Best Insurance 2012"

Panin  Life  kembali  mendapatkan penghargaan  yang  diberikan oleh Majalah Investor sebagai Asuransi Terbaik tahun 2012 untuk kategori asuransi jiwa dengan aset diatas Rp. 3 Triliun - 5 Triliun. Penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras, kerja sama dan kepercayaan dari seluruh nasabah, sales force, rekan bisnis dan karyawan Panin Life. Untuk itu Panin Life mengucapkan terima kasih kepada seluruh nasabah, sales force, rekan bisnis dan karyawan Panin Life atas  dukungan  yang diberikan bagi perkembangan Panin Life. 

Sumber: Panin Life

Artikel mengenai " Sembilan Perusahaan Asuransi Terbaik 2012 " silakan kunjungi link berikut ini www.investor.co.id


Menkes Endang Rahayu Meninggal karena Kanker

Menkes Endang Rahayu
Kabinet SBY kembali berduka, setelah baru saja kehilangan wamen ESDM saat melakukan pendakian gunung, kini Menteri Kesehatan Endang Rahayu meninggal dunia hari Rabu, 2 Mei, pukul 11.45 di RSCM Jakarta saat menjalani perawatan, karena penyakit kanker paru-paru lanjut yang dideritanya.

Dari berita yang saya dengar di televisi ataupun media cetak dan online, beliau sejak beberapa pekan ini menjalani perawatan insentif di RSCM karena penyakit kanker paru yang sudah beberapa tahun diderita.
Pihak RSCM pun mengatakan bahwa penyakit yang diderita beliau memang sudah akut, dan beliau sudah mengupayakan semaksimal mungkin untuk kesembuhanya dengan pengobatan di dalam maupun luar negeri.

Meskipun sedikit terlambat memposting artikel ini, namun tidak ada salahnya jika saya ingin mengajak kita semua, termasuk saya, untuk lebih mengenal mengenai kanker paru ini, karena kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar di Indonesia, yang mana terdapat berbagai macam jenis kanker, misal kanker serviks (leher rahim) pada wanita yang pernah saya ulas di artikel "Wanita perlu tahu tentang Kanker Serviks".

Artikel mengenai kanker paru, akan saya ulas diartikel selanjutnya. Silakan membaca artikel "Mengenal Kanker Paru-Paru".

Diulas : Ganang Gatikta


Menkes Endang Rahayu Meninggal karena Kanker out of 10 based on 10 ratings. 1 user reviews.

Panin Life: "A Low Profile But Aggressive Life Insurance Company"

asuransi unit link dan penghargaan panin life

Panin Life: "A Low Profile But Aggressive Life Insurance Company"

Di tahun 1998, Citicorp dan Travelers Group membuat sejarah baru.
Ini bukan sekedar merger terbesar sepanjang sejarah, terkait dengan skala kedua perusahaan yang memang raksasa. Citicorp, dengan Citibank di dalamnya, adalah raksasa perbankan global dan Travelers Group merupakan salah satu raksasa asuransi Amerika. Kedua perusahaan itu berhasil meyakinkan Kongres Amerika Serikat untuk menghapus Glass-Steagal Act, yang selama ini membatasi aktivitas dan bisnis berbagai lembaga keuangan sesuai dengan koridor tertentu, yang menjadi penghalang merger tersebut. Ketika itu lahirlah Citigroup sebagai jawaban atas mimpi bahwa perusahaan asuransi di Amerika Serikat bisa berjualan kepada nasabah bank dan sebaliknya bank bisa berjualan kepada nasabah asuransi secara sinergis. Kesimpulannya, ini adalah merger antara 2 channel keuangan terbesar.

Dalam merger tersebut, Citicorp pada akhirnya berhasil mempertahankan nama “Citi” pada merek perusahaan gabungan, sedangkan Travelers hanya kebagian logo payung merahnya yang diadaptasi ke logo baru Citigroup. Akan tetapi, tidak lama setelah merger, para petinggi Travelers yang dipimpin oleh chairman-nya Sandy Weill berhasil “menyingkirkan” para petinggi Citicorp yang dipimpin chairman-nya, John Reed. Dengan demikian, ada yang beranggapan bahwa ini bukan merger, melainkan “pengambilalihan” sebuah bank oleh perusahaan asuransi.

Di Indonesia, cerita antara sinergi perbankan dan asuransi agak berbeda. Bank-bank besar di Indonesia pada umumnya punya kepemilikan di perusahaan asuransi jiwa. Mandiri punya 49 persen kepemilikan AXA Mandiri. BRI menjadi pemegang saham mayoritas di Bringin Life melalui dana pensiunnya. BNI juga menjadi shareholder utama di BNI Life. Bank-bank lainnya seperti BCA dan Bank Danamon hanya mempunyai mitra asuransi jiwa dimana bank-bank tersebut berperan sebagai bancassurance channel. Bank tetap merupakan pihak yang punya bargaining power yang lebih besar.

Akan tetapi, cerita yang kebalikan justru ada di Panin Group. Tanpa banyak diketahui orang, perusahaan asuransi jiwa PT Panin Life Tbk (PNLF) yang low profile justru menjadi salah satu pemilik Panin Bank yang merupakan bank ketujuh terbesar di Indonesia dari segi aset. Hal ini unik mengingat Panin Bank dua tahun lebih tua dan mencatatkan diri di bursa setahun lebih awal daripada Panin Life. Dengan memiliki saham yang signifikan di salah satu bank yang konservatif tapi punya persentase likuiditas tinggi, PNLF punya kesempatan mengontrol keamanan pertumbuhan dana investasinya dan pada saat bersamaan punya fleksibilitas dalam menjalankan langkah-langkah strategisnya. Selain bisa memanfaatkan Panin Bank sebagai salah satu channel, PNLF juga bisa leluasa melebarkan aksesnya dengan bermitra dengan lembaga keuangan lainnya, terutama untuk menangkap dua tren, yaitu tren menuju asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi serta tren menuju asuransi jiwa berbasis syariah.

Aktifnya perusahaan yang pernah masuk 200 perusahaan publik terbaik di bawah 1 miliar dollar AS (Forbes Asia, 2005) ini dalam membentuk kemitraan bisa terlihat dari kerjasamanya dengan bank-bank syariah. Salah satunya dengan Bank Danamon untuk menawarkan Dirham Shield sebagai asuransi perlindungan tagihan kartu kredit syariah Dirham Card. PNLF juga menjalin hubungan strategis dengan meluncurkan produk Syariah Medika Plus bagi para nasabah Bank Syariah Mandiri. Panin Life pun menggandeng Bank Bukopin Syariah dengan menyediakan jasa pengelolaan asuransi Tabungan iB Rencana. PNLF bersama Manajemen Qolbu Multimedia juga meluncurkan produk investasi unit link berbasis syariah yang dilengkapi perlindungan asuransi syariah berbasis perencanaan keuangan yang diberi nama Tuntas Madani.

Dengan pendekatan multi-channel partnership, PNLF semakin dikenal lebar jangkauannya dalam menawarkan produk-produk baru terkait investasi dan berbasis syariah kepada konsumen selain produk asuransi konvensional.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ASURANSI UNIT LINK KESEHATAN PENDIDIKAN PENSIUN INVESTASI TERBAIK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger