" Sebuah Polis adalah tanda cinta yang paling tulus - by your side, for life"

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Mengatasi Berbagai Penyakit Ringan

asuransi unit link penyakit ringan dan rempah-rempah

 Mengatasi Berbagai Penyakit Ringan.

Tubuh manusia memang tak pernah bisa lepas dari gangguan penyakit. Memang dokter adalah pilihan tepat untuk didatangi.  Tapi, jika penyakit masih ringan, tentu ada cara sederhana untuk menanggulanginya.  Dibawah ini beberapa penyakit ringan dan cara menanggulangi yang dikutip dari majalah intisari.


1. Masuk Angin

Untuk bayi, cukup digosok minyak adas dicampur parutan kencur sedikit.  Buat orang dewasa, gosok tubuh dengan minyak gandapura 50% dicampur minyak kemiri 50%. Untuk orang dewasa bisa juga minum air jahe hangat ditambah jeruk nipis.

2. Pembasmi Kadas

Gosok dengan rimpang laos, jika masih bandel juga gosok dengan daun ketepeng kerbau atau dikompres dengan lumatan bawang putih dan daun jinten.

3. Demam

Minum air asam yang hangat ditambah madu.  Boleh juga dicampur jeruk nipis.  Minum perasan air labu putih atau kelapa muda juga baik.

4. Gemetar dan merinding

Buat minuman dari perasan temulawak, daun meniran, dan kulit waru lengis yang diseduh dengan air hangat.

5. Bisul

Bagian yang ada bisulnya dikompres dengan daun picisan dan daun jinten yang ditumbuk halus.

6. Gusi bengkak dan gigi goyang

Buat minuman dari perasan jeruk manis, perasan labu putih, atau minum rebusan akar rumput alang-alang.  Untuk kumur, pakai rebusan kulit pohon tanjung dan jeruk nipis

Technorati  FFYHJJTWYMFB

Mengenal Stroke

Mengenal Stroke

Saat yang lalu, pernah diulas cerita mengenai stroke ringan (silakan baca disini) dan kali ini tidak ada salahnya sedikit ulasan mengenai penyakit tersebut, karena stroke merupakan salah satu penyakit menakutkan yang bisa berakibat fatal bagi penderita baik itu meninggal ataupun cacat tetap.  Artikel ini saya rangkum dari berbagai sumber diantaranya medicastore, wikipedia dan stroke.org agar kita lebih mengenal stroke.

Berdasarkan dari data Yayasan Stroke Indonesia, penderita stroke di Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia dan menjadi penyebab terjadinya kecacatan serius nomor 1 di dunia, dan mungkin banyak orang yang tidak tahu, pada tanggal 29 Oktober adalah peringatan sebagai hari Stroke sedunia.

1.  Pengertian
Stroke merupakan penyakit defisit neurologis yang bersifat mendadak, pengertian umum adalah adanya gangguan aliran pembuluh darah di otak. Stroke ada 2 yaitu Stroke Iskemik, terjadi ketika arteri tersumbat oleh gumpalan darah atau secara bertahap ada penumpukan plak dan deposit lemak lainya, 87% penderita adalah stroke iskemik. Stroke Hemorragik, karena pecahnya pembuluh darah sehingga menyebabkan suply aliran darah ke otak terhenti, 13% penderita adalah stoke hemorragik.
Penyakit ini tidak hanya mengakibatkan gangguan fisik saja, namun juga mengakibatkan gangguan emosional seperti lupa mendadak, gelap satu mata, pusing, bicara pelo / cadel mendadak, gangguan menelan, kesemutan seluruh badan mendadak, gangguan keseimbangan mendadak.


2.  Faktor Resiko
Faktor resiko yang umum adalah
a. Merokok
b. Alkohol
c. Diabetes
d. Obesitas
e. Hiperkolesterol
f. Hipertensi
g. Riwayat Stroke sebelumnya/riwayat keluarga
h. Usia Lanjut
i. Riwayat gangguan pembuluh darah

Namun tidak menutup kemungkinan kasus-kasus stroke terjadi di usia muda, dikarenakan tingkat stres yang tinggi dan pola hidup yang kurang sehat seperti sering konsumsi makanan siap saji dan kurangnya olah raga.

3.  Stroke Ringan (TIA)
Merupakan salah satu stroke iskemik, singkatan dari Transient Ischemic Attack.  TIA dapat dikatakan sebagai indikasi yang ditimbulkan dari perubahan aliran darah otak yang tidak dapat dideteksi secara klinis dalam waktu 24 jam, namun harus diwaspadai karena tidak ada jaminan akan sembuh dan kembali normal, harus tetap cek kesehatan di tempat pelayanan kesehatan,  karena TIA tidak ada bedanya dengan penanganan stroke.

4.  Gejala

Mendadak mati rasa, kesemutan dan kelemahan pada wajah, tangan, atau   kaki,  pada satu sisi tubuh atau seluruh tubuh
Mendadak kebingungan, lupa mendadak, sulit berbicara ataupun sulit mengerti
Mendadak muncul masalah penglihatan pada satu atau kedua mata (penglihatan ganda, penglihatan gelap)
Mendadak kesulitan berjalan, dan kehilangan keseimbangan tubuh
Mendadak pusing berat tanpa sebab yang jelas
Teknik umum dalam hal kewaspadaan, yang biasa digunakan adalah FAST yaitu :
Metode FAST untuk stroke


F-ace   :cek muka, apakah saat tersenyum terlihat sudut mulut yang turun
A-rms   :dapatkah mengangkat kedua tangan, atau ada tangan yang lemah
S-peech:apakah lancar berbicara dan tidak cadel
T-ime   :Segera hubungi pelayanan kesehatan terdekat, lebih cepat lebih baik. 

Kesehatan itu penting, dengan menjaga pola hidup yang sehat dan rutin berolah raga mengurangi resiko akan berbagai penyakit, karena suatu penyakit bisa menyerang siapa saja, kapan saja, tidak memandang jenis kelamin atau usia.
Sehat itu mahal, kita akan merasakanya saat kita sudah pernah merasakan sakit, bersyukurlah bagi anda yang masih sehat. Tidak ada salahnya kita menabung untuk mempersiapkan biaya kesehatan seandainya suatu saat terjadi resiko sakit, toh seandainya kita selalu diberi kesehatan oleh Yang Kuasa, dana tersebut juga akan berguna untuk hal yang lain.
Semoga artikel ini bermanfaat.

Diulas : Ganang Gatikta


Mengenal Kanker Paru-Paru

Kanker Paru-Paru

Mengenal kanker paru-paru.

Menyambung artikel saya sebelumnya, kali ini saya akan mengulas artikel mengenai kanker paru-paru, agar kita sama-sama lebih mengenal yang namanya kanker paru.  Artikel ini saya ambil dan rangkum dari berbagi sumber seperti wikipedia.org, kankerparu.org dan yayasan kanker Indonesia. Artikel kanker serviks pada wanita juga pernah diulas, silakan baca "Wanita Perlu tahu tentang Kanker Serviks".


Apa itu kanker paru-paru

Secara sederhana kanker paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali pada jaringan paru, dimana perkembangan atau evolusi terjadinya penyakit dalam lingkungan tertentu belum benar-benar dipahami.
Asal usul sel penyebab kanker sampai sekarang belum dapat dijelaskan, namun ada beberapa teori yang berkembang dari para ahli.

Jenis kanker paru-paru

Lebih dari 90% kanker paru berawal dari bronkus yaitu  jalan udara pada sistem pernapasan yang membawa udara ke paru-paru, hingga kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:
  1. Karsinoma sel skuamus
  2. Karsinoma sel kecil
  3. Karsinoma sel besar
  4. Adenokarsinoma paru
Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
  1. Adenoma (bisa ganas atau jinak)
  2. Hamartoma kondromatous (jinak)
  3. Sarkoma (ganas)
Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid,lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit

Gejala kanker paru

  1. Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat.
  2. Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak.
  3. Napas sesak dan pendek-pendek.
  4. Sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas.
  5. Kelelahan kronis
  6. Kehilangan selara makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  7. Suara serak/parau.
  8. Pembengkakan di wajah atau leher.
Dikarenakan gejala-gejala tidak begitu kentara, pada banyak kasus penderita kanker paru mengetahuinya secara terlambat sudah pada stadium lanjut, adapun kasus yang ditemukan pada stadium dini itupun terjadi secara kebetulan ketika seseorang melakukan cek medis rutin.

Penyebab utama kanker paru

Pelan tapi pasti,begitulah sifat kanker paru entah apa penyebab pastinya namun bukti menunjukan bahwa perokok adalah kelompok beresiko tinggi. Menurut survei, merokok  merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita.
Banyak bintang panggung dunia yang menyerah kepada kanker paru-paru ini, sebut saja legenda pop Indonesia, Chrisye yang harus menjalani kemoterapi ke Singapura, Ratu jazz Sarah Vaughan, gitaris The Beatles George Harrison ataupun Nat "King" Cole dan mungkin banyak lagi kasus serupa mengingat rokok sudah menjadi sahabat banyak orang.

Merokok hanya salah satu penyebabnya, terkadang bukan perokok pun masih bisa terkena kanker paru-paru, banyak hal yang bisa memicu tumbuhnya sel kanker pada tubuh manusia. 
Oleh karena itu, wacana membiasakan pola hidup sehat mengurangi resiko tumbuhnya sel kanker pada diri kita, lebih baik mencegah daripada mengobati, karena kesehatan itu mahal harganya.
Semoga sedikit informasi yang bisa saya rangkum ini, bermanfaat bagi kita semua, terutama saya pribadi.

Diulas : Ganang Gatikta

Menkes Endang Rahayu Meninggal karena Kanker

Menkes Endang Rahayu
Kabinet SBY kembali berduka, setelah baru saja kehilangan wamen ESDM saat melakukan pendakian gunung, kini Menteri Kesehatan Endang Rahayu meninggal dunia hari Rabu, 2 Mei, pukul 11.45 di RSCM Jakarta saat menjalani perawatan, karena penyakit kanker paru-paru lanjut yang dideritanya.

Dari berita yang saya dengar di televisi ataupun media cetak dan online, beliau sejak beberapa pekan ini menjalani perawatan insentif di RSCM karena penyakit kanker paru yang sudah beberapa tahun diderita.
Pihak RSCM pun mengatakan bahwa penyakit yang diderita beliau memang sudah akut, dan beliau sudah mengupayakan semaksimal mungkin untuk kesembuhanya dengan pengobatan di dalam maupun luar negeri.

Meskipun sedikit terlambat memposting artikel ini, namun tidak ada salahnya jika saya ingin mengajak kita semua, termasuk saya, untuk lebih mengenal mengenai kanker paru ini, karena kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar di Indonesia, yang mana terdapat berbagai macam jenis kanker, misal kanker serviks (leher rahim) pada wanita yang pernah saya ulas di artikel "Wanita perlu tahu tentang Kanker Serviks".

Artikel mengenai kanker paru, akan saya ulas diartikel selanjutnya. Silakan membaca artikel "Mengenal Kanker Paru-Paru".

Diulas : Ganang Gatikta


Menkes Endang Rahayu Meninggal karena Kanker out of 10 based on 10 ratings. 1 user reviews.

Wanita perlu tahu tentang Kanker Serviks

Wanita perlu tahu tentang Kanker Serviks.  Kata kanker ibarat momok menakutkan bagi banyak orang, banyak sekali jenis penyakit kanker yang sering kita dengar dan kita ketahui, namun tahukah anda para wanita mengenai kanker yang satu ini? Berikut sedikit penjelasan mengenai kanker serviks.

Kanker yang sering dijumpai pada wanita adalah 
  1. Kanker Leher Rahim (serviks)   
  2. Kanker Payudara  
  3. Kanker Rahim 
  4. Kanker Indung Telur
Kenapa kanker serviks diletakan diatas sendiri?, jawabanya adalah karena kanker serviks merupakan penyebab terbanyak no. 1 kematian wanita-wanita di Indonesia, berdasarkan statistik setiap jam, satu wanita Indonesia meninggal dunia karena kanker ini.  
Angka kematian yang tinggi ini disebabkan karena kebanyakan penderita datang ke Rumah Sakit sudah terlambat, kanker sudah dalam stadium lanjut, karena memang kanker ini pada stadium dini belum menunjukan gejala sehingga penderita masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari.

Diantara gejala-gejala kanker serviks adalah :
  1. Keputihan dan bau (paling sering)  
  2. Pendarahan saat berhubungan badan 
  3. Pendarahan spontan  
  4. Nyeri panggul dan sebagainya
Kanker serviks umumnya disebabkan oleh inveksi virus yakni Human Papilloma Virus (HPV), dan saat ini dapat dicegah dengan vaksin HPV. Awalnya sel kanker berkembang dari serviks / mulut rahim yang letaknya berada di bawah rahim dan di atas vagina. Oleh sebab itu kanker serviks disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut rahim.

Sebelum divaksin perlu pemeriksaan Papsmear/IVA, bila hanya normal atau tidak ada kelainan, maka dapat dilakukan vaksinasi.  Vaksinasi sebaiknya dilakukan disarana kesehatan yang sudah menyediakan vaksin HPV.

Rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan HOGI (Himpunan Onkologi-Ginekologi Indonesia), vaksinasi dapat diberikan pada remaja putri mulai usia 10 tahun, vaksinasi sekali untuk seumur hidup.

Sumber : RS Ibu & Anak Mutiara Bunda Malang

Silakan kunjungi website berikut yang mengulas lebih jelas tentang kanker serviks :
http://kankerserviks.org/  
http://www.kankerserviks.com/  
http://id.wikipedia.org/

PENYAKIT DEGENERATIF MULAI SERANG usia 40 tahunan

Penyakit degenatif yang kini jenisnya mencapai 50 macam di dunia dinilai perlu diwaspadai, menyusul angka kematian yang kian meningkat.
Penyakit tersebut belakangan ini sudah merambah ke penderita berusia 40 tahun. Padahal, dulu penyakit degeneratif bisa disebut sebagai penyakit yang mengiringi proses penuaan dan menyerang orang di atas usia 50 tahun. Penyakit ini a.l. diabetes, penyakit jantung, stroke, osteoporosis, alzheimer, kanker, dan parkinson.

Menurut Frederik S. Waworuntu, master of science in holistic health dan ahli naturopathy, penyakit degeneratif, fungsi atau struktur dari jaringan atau organ yang terkena mengalami perubahan lebih buruk dari waktu ke waktu.
Faktor-faktor penyebab penyakit degeneratif sudah banyak dimiliki oleh masyarakat usia produktif (30-40 tahun). Pencetusnya a.l. karena keturunan, lingkungan, mutasi gen, usia tua, pola makan dan gaya hidup.
Selain itu, kumpulan efek gaya hidup, termasuk stres, perkembangan industri makanan dan minuman, polusi udara dan faktor lingkungan yang terakumulasi selama bertahun-tahun, berkembang menjadi penyakit peradaban.
"Faktor makanan dan gaya hidup sering dituding sebagai penyebab tingginya kasus penyakit degeneratif di Indonesia," ujar Frederik hari ini Jumat, 16 Maret 2012.
National Academy of Sciences dan lembaga lainnya memperkirakan bahwa faktor gizi bertanggung jawab untuk 60% kasus kanker pada wanita, dan sisanya pada laki-laki.
Menurutnya, masyarakat Indonesia belakangan ini mengonsumsi gula secara berlebihan. Gula mengandung banyak kalori. Selain itu, produk karbohidrat olahan seperti tepung yang warna putih, lebih cepat melepas kalori. "Hal itu berdampak pada penambahan jumlah orang yang kelebihan kalori," ujarnya.
Dia menjelaskan asupan kalori harian manusia, yaitu rata-rata 100% lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan manusia. Adapun, bersepeda sejauh 20 km baru bisa membakar 350 kalori. (spr)

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/


 

Pengertian Obat Generik

Pengertian obat generik.

Obat generik adalah obat yang telah habis masa patennya, sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti. Ada dua jenis obat generik, yaitu obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo yang dipasarkan dengan merek kandungan zat aktifnya. Dalam obat generik bermerek, kandungan zat aktif itu diberi nama (merek). Zat aktif amoxicillin misalnya, oleh pabrik ”A” diberi merek ”inemicillin”, sedangkan pabrik ”B” memberi nama ”gatoticilin” dan seterusnya, sesuai keinginan pabrik obat. Dari berbagai merek tersebut, bahannya sama: amoxicillin.

Zat Aktif

Dari sisi zat aktifnya (komponen utama obat) , antara obat generik (baik berlogo maupun bermerek dagang), persis sama dengan obat paten. Namun obat generik lebih murah dibanding obat yang dipatenkan.


Mutu

Mutu Obat generik tidak berbeda dengan obat paten karena bahan bakunya sama. Ibarat sebuah baju, fungsi dasarnya untuk melindungi tubuh dari sengatan matahari dan udara dingin. Hanya saja, modelnya beraneka ragam. Begitu pula dengan obat. Generik kemasannya dibuat biasa, karena yang terpenting bisa melindungi produk yang ada di dalamnya. Namun, yang bermerek dagang kemasannya dibuat lebih menarik dengan berbagai warna. Kemasan itulah yang membuat obat bermerek lebih mahal.


Obat Generik Berlogo

Obat Generik Berlogo (OGB) merupakan program Pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada 1989 dengan tujuan memberikan alternatif obat bagi masyarakat, yang dengan kualitas terjamin, harga terjangkau, serta ketersediaan obat yang cukup.

Tujuan OGB diluncurkan untuk memberikan alternatif obat yang terjangkau dan berkualitas kepada masyarakat. Soal mutu, sudah tentu sesuai standar yang telah ditetapkan karena diawasi secara ketat oleh Pemerintah. Hanya bedanya dengan obat bermerek lain adalah OGB ini tidak ada biaya promosi, sehingga harganya sangat terjangkau dan mudah didapatkan masyarakat.
Awalnya, OGB diproduksi hanya oleh beberapa industri farmasi BUMN. Ketika OGB pertama kali diluncurkan, Departemen Kesehatan RI gencar melakukan sosialisasi OGB sampai ke desa-desa. Saat ini program sosialisasi ini masih berjalan walaupun tidak segencar seperti pada awal kelahiran OGB. Pada awalnya, produk OGB ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan obat institusi kesehatan pemerintah dan kemudian berkembang ke sektor swasta karena adanya permintaan dari masyarakat.
OGB mudah dikenali dari logo lingkaran hijau bergaris-garis putih dengan tulisan "Generik" di bagian tengah lingkaran. Logo tersebut menunjukan bahwa OGB telah lulus uji kualitas, khasiat dan keamanan sedangkan garis-garis putih menunjukkan OGB dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.


BBM dan Biaya Kesehatan

BBM dan Biaya Kesehatan

BBM dan biaya kesehatan.

Bahan bakar minyak atau biasa disebut BBM sudah dipastikan akan naik.  Kemaren saya melihat berita di televisi, bahwa harga obat-obatan pun akan ikut naik sekitar 3%-5%, bahkan obat generik, dalam artian sederhana,  yaitu obat yang ditujukan untuk masyarakat menengah kebawah sudah ada sebagian yang mengalami kenaikan  sejak februari lalu.
Dari sini bisa dilihat begitu vitalnya BBM dalam  keseharian sehingga menyebabkan hampir  semua sektor ekonomi mengalami kenaikan, entah itu bahan-bahan pokok, tiket transportasi  dan lainya.

Dikaitkan dengan harga obat-obatan, akan berimbas juga pada biaya kesehatan yang sebelumnya sudah mahal, pasti akan mengalami kenaikan, dan akan semakin membebani kondisi finansial masyarakat saat mereka menghadapi resiko sakit. 

Sempat terpikirkan bagaimana masyarakat yang belum mengalokasikan dana untuk  kesehatan, jika  mengalami sakit dan harus menjalani rawat inap, akankah aset yang ada harus dijual, ataukah tabungan yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan lain harus habis terpakai,  bahkan mungkin sampai berhutang  kanan kiri untuk membiayai obat-obatan dan aneka perawatan dirumah sakit, sehingga semakin banyak beban yang harus ditanggung.

Saya merasa disinilah pentingnya adanya alokasi dana untuk kesehatan, meski tidak ada satu orang pun yang menginginkan dirinya sakit termasuk saya, namun  resiko bisa datang setiap waktu tanpa diduga, tanpa direncanakan.  Saat ini banyak macam produk asuransi kesehatan dari berbagai perusahaan asuransi yang menawarkan pengelolaan dana kesehatan baik pribadi maupun  keluarga.  

Tidak ada salahnya sedia payung sebelum hujan, untuk menyisihkan sebagian dana untuk kesehatan. Sekarang bermunculan produk asuransi unitlink yang menawarkan pembayaran premi yang singkat dengan manfaat jangka panjang, ditambah dengan hasil investasi yang semakin berkembang.   

Jika ingin mengikuti asuransi sebaiknya pahami dulu produk asuransi dan manfaat yang akan diterima, klaim yang cepat dan pilih perusahaan asuransi yang sudah kredibel dan tentu saja sesuaikan dengan kemampuan finansial anda agar premi yang disetorkan tidak lapse atau gagal bayar.


Mempersiapkan Biaya Kesehatan Secara Optimal

Mempersiapkan Biaya Kesehatan Secara Optimal.  Banyak diatara kita mungkin bertanya-tanya bagaimana saya dapat mempersiapkan dana kebutuhan kesehatan baik untuk berobat jalan maupun untuk rawat inap. Memang belum banyak artikel mengenai ini, biasanya anda akan langsung membeli produk asuransi jiwa yang sudah ada tambahan asuransi kesehatan didalamnya atau dikenal dengan riders.

Masih kondisi yang belum mengerti akhirnya kita setuju untuk membeli produk asuransi tambahan penyakit kritis. Tujuannya memang baik untuk melindungi jika kita terserang penyakit kritis, namun sesungguhnya kita harus lebih bijak untuk mengetahui apakah kita perlu membeli asuransi tambahan itu. Sementara biaya untuk membeli asuransi tambahan tersebut juga tidak murah.

Memang perlu diketahui khusus untuk biaya kesehatan besarnya adalah sangat bervariasi sampai saat ini masih tidak ada acuan yang jelas, sebagai contoh adalah penyakit Jantung (salah satu penyakit termahal) seseorang yang mengalami penyempitan pembuluh darah pada titik tertentu dan harus dilakukan operasi jantung dengan tujuan mengembalikan besaran dari pembuluh darah tersebut, berdasarkan data tahun 2011 yang didapat dari klien kami, biaya rata-rata untuk penyakit tersebut adalah berada pada kisaran antara Rp 5 juta hingga Rp 30 juta per harinya, biaya tersebut sudah termasuk biaya operasi jantung (kondisi standar tanpa komplikasi), ruang rawat inap (tergantung kelas), biaya kunjungan dokter, biaya obat pada saat rawat inap, biaya periksa atau kontrol kesehatah (darah, urine, dll) serta biaya peralatan kesehatan lain yang dibutuhkan diantaranya adalah oksigen, dll.

Pembaca yang bijak kisaran biaya untuk biaya kesehatan pada kasus diatas memang sangat besar, secara sederhana biaya tersebut tinggal dikalikan jumlah hari sang pasien melakukan rawat inap dirumah sakit. Nah kembali lagi berdasarkan data dari beberapa klien kami bahwa jumlah hari untuk kasus diatas berkisar antara 10 hingga 20 hari, bisa anda bayangkan berapa dana yang diperlukan? Amat besar tentunya. Lalu bagaimana dengan penyakit lain? Kanker, paru-paru dan yang lainnya? Nah sekali lagi memang ternyata belum ada acuan yang pas untuk memperkirakan biaya kesehatan.

Harus Objektif
Berdasarkan fakta tersebut maka mutlak dibutuhkan persiapan biaya kesehatan secara optimal khususnya biaya pada saat kita beada diusia produktif maupun ketika kita memasuki usia pensiun. Untuk itu marilah kita persiapkan secara objektif, dalam hal ini jangan mudah terpengaruh oleh bujuk rayu agen penjual.

Berikut adalah kiat-kiat untuk mempersiapkan biaya kesehatan:
Biaya kesehatan harus dipersiapkan jauh sebelum penyakit datang, lebih awal lebih baik! Siapkan sejak anda mulai bekerja. Mengapa? Karena biaya ini jika tidak terpakai secara signifikan dapat merupakan cadangan biaya kesehatan anda dengan jumlah yang cukup besar pada saat anda memasuki usia pensiun kelak di umur 55 tahun. Jadi jangan terlambat dalam hal mempersiapkan biaya kesehatan.
Berbicara biaya kesehatan pada usia kerja atau usia produktif, ada dua hal yang harus anda perhatikan, pertama anda mutlak memiliki asuransi kesehatan (melakukan transfer resiko jika terjadi sakit dan rawat inap) dan kedua anda wajib melakukan investasi kesehatan dalam bentuk reksa dana untuk persiapan menutupi kekurangan dari asuransi kesehatan jika terjadi rawat inap.

Adapun konsep dasar dalam mempersiapkan biaya kesehatan adalah:

  1. Membeli asuransi kesehatan sebelum sakit, di usia yang masih muda
  2. Di usia muda, beli program asuransi kesehatan rawat inap denga premi yang paling rendah
  3. Masukan dana investasi kesehatan pada reksa dana dengan jumlah investasi yang harus meningkat setiap tahunnya, dimulai dengan angka peningkatan 10 persen pertahun.
Untuk lebih jelasnya biaya kesehatan dapat dipilah sesuai dengan usia sebagai berikut:

• Kisaran usia produktif awal yakni: 21 hingga 30 tahun maka:

  1. Pilih asuransi kesehatan rawat inap dengan premi termurah, anda tidak dianjurkan membeli perlindungan tambahan untuk asuransi penyakit kritis. Mengapa demikian?, karena asuransi penyakit kritis ini memiliki besaran premi tambahan yang tidak sedikit. Untuk kisaran usia ini kemungkinan rawat inap di rumah sakit sangat kecil, kecuali bagi mereka yang mempunyai penyakit bawaan atapun turunan dari keluarga, misalkan penyakit asma, diabetes, dll. Perlu dicatat bahwa untuk penyakit tertentu yang bersifat bawaan dari keluarga biasanya asuransi kesehatan memerlukan periode waktu tertentu untuk dapat mengcovernya, misalkan 6 bulan hingga 1 tahun sejak polis asuransi terbit
  2. Lakukan investasi untuk kesehatan yang bersifat tambahan pada reksa dana (diluar asuransi kesehatan). Berapa besarnya? Untuk usia 21 s/d 30 tahun dapat dimulai dengan Rp 150.000 hingga Rp 250.000  setiap bulannya dan lakukan peningkatan investasi sebesar 10 persen pertahunnya. Jika ini anda lakukan, dengan asumsi yield reksa dana 15 persen pertahun maka:
    a. Dalam kurun waktu 5 tahun dana berada dalam kisaran Rp 15,7 juta hingga Rp 26,2 juta
    b. Dalam kurun waktu 10 tahun dana berada dalam kisaran Rp 58,6 juta hingga Rp 97,7 juta
    c. Dalam kurun waktu 25 tahun dana berada dalam kisaran Rp 975,7 juta hingga Rp 1,6 milyar
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan untuk rawat inap dari perusahaan maka anda tidak perlu mempersiapkan asuransi kesehatan tambahan.
  4. Pengecualian bagi yang memiliki penyakit bawaan keluarga semisal diabetes, paru-paru dsb., dapat membeli asuransi jiwa yang memiliki program terminal illness, mengenai ini silahkan baca artikel ini hingga selesai, akan dijelaskan nanti.
• Kisaran usia produktif 31 hingga 40 tahun

  1. Anda tetap disarankan untuk melanjutkan program asuransi kesehatan yang telah ada dengan proteksi rawat inap sedikit lebih mahal, mengapa? Karena pada kisaran ini peluang anda sakit dan dirawat di rumah sakit adalah lebih besar jika dibandingkan dengan periode usia sebelumnya.
  2. Besar investasi untuk kesehatan pada reksa dana berada dalam kisaran Rp 400.000 hingga Rp 650.000 setiap bulannya. Peningkatan investasi tetap sebesar 10 persen setiap tahun, dengan demikian:
    a. Dalam kurun waktu 5 tahun pertumbuhan dana akan bertambah berada dalam kisaran Rp 42 juta hingga Rp 68,3 juta
    b. Dalam kurun waktu 10 tahun maka pertumbuhan dana terus bertambah berada dalam kisaran Rp 156 juta hingga Rp 254 juta
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan, maka anda tetap tidak disarankan untuk membeli asuransi kesehatan tambahan.
  4. Yang anda perlukan hanyalah penambahan investasi kesehatan pada reksa dana (jika keuangan memungkinkan tentunya).
  5. Namun bagi yang memiliki penyakit bawaan anda tetap dianjurkan untuk menjalankan sesuai dengan pengecualian butir 4 (kisaran usia 21 hingga 30 tahun) diatas.
• Kisaran usia produktif 41 hingga 55 tahun

  1. Anda wajib untuk melanjutkan program asuransi kesehatan yang telah ada dengan proteksi rawat inap minimal pada kelas menengah, mengapa? Karena pada kisaran ini peluang anda sakit dan dirawat di rumah sakit adalah lebih besar jika dibandingkan dengan periode usia sebelumnya.
  2. Besar investasi kesehatan pada reksa dana berada dalam kisaran Rp 1 juta hingga Rp 1,6 juta setiap bulannya. Peningkatan investasi cukup sebesar 7 persen setiap tahun, mengapa demikian? Karena kami berasumsi dana kesehatan sudah terbentuk pada periode sebelumnya.
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan, maka pada periode usia ini anda boleh untuk membeli asuransi kesehatan tambahan, dengan catatan tanyakan pada perusahaan asuransi yang baru apakah klaim dapat terbayar 100 persen meskipun telah memiliki asuransi kesehatan yang lain.
  4. Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli asuransi penyakit kritis. Pada umumnya jenis asuransi ini dapat anda tempelkan atau tambahkan di asuransi jiwa. Berbicara asuransi jiwa anda juga dapat memilih produk yang memiliki terminal illness yakni sebuah program untuk uang pertanggungan yang akan dibayar ketika tertanggung mengalami sakit yang menurut medis peluang hidupnya tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Dalam kondisi itu sebagian uang pertanggungan akan dibayarkan meski tertanggung masih hidup. Uang dari asuransi ini pun dapat digunakan untuk biaya kesehatan tentunya. Sebagai informasi diantara kedua jenis asuransi penyakit kritis dibandingkan dengan asuransi terminal illness, besar premi yang termurah umumnya ada diasuransi terminal illness.

Demikian pembaca, pada dasarnya kita mutlak untuk memilah produk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang sesuai dengan usia kita agar kelak pada saat pensiun kita tetap memiliki dana kesehatan yang cukup besar karena pada usia tersebut justru dana kesehatan amat dibutuhkan. Jadi hindari over invest pada usia produktif dengan salah membeli asuransi kesehatan yang sesungguhnya tidak begitu diperlukan pada usia muda

Sumberhttp://health.kompas.com/


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ASURANSI UNIT LINK KESEHATAN PENDIDIKAN PENSIUN INVESTASI TERBAIK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger