" Sebuah Polis adalah tanda cinta yang paling tulus - by your side, for life"

Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

36 Penyakit Kritis yang dicover Asuransi

asuransi unit link 36 penyakit kritis yang dicover

36 Penyakit Kritis yang dicover Asuransi

Fungsi asuransi adalah mengalihkan resiko dari tertanggung kepada penanggung dalam hal ini adalah perusahaan asuransi, terhadap kemungkinan terjadinya resiko yang tidak terduga, misalkan meninggal, cacat tetap total ataupun sakit. Dalam hal kesehatan, asuransi kesehatan Panin Life juga mengcover berbagai macam penyakit kritis.
Berikut daftar 36 penyakit kritis yang dicover oleh asuransi kesehatan Panin Life :
  1. Kanker
  2. Serangan Jantung
  3. Stroke
  4. Gagal Ginjal
  5. Transplantasi Organ Utama
  6. Muscular Dystrophy
  7. Operasi By-Pas Arteri Koronaria
  8. Penggantian Katup Jantung
  9. Penyakit Neuron Motorik
  10. Multiple Sclerosis
  11. Operasi Pembuluh Darah
  12. Primary Pulmonary Arterial Hypertension
  13. Loss of Speech
  14. Luka Bakar
  15. Kelumpuhan
  16. Kebutaan
  17. Penyakit Alzheimer
  18. Angioplasti
  19. Sindrom Apalat
  20. Anemia Apalistik
  21. Meningitis Bakterialis
  22. Tumor Jinak Otak
  23. Kardiomiopati
  24. Penyakit Hati Kronik
  25. Penyakit Paru Kronik
  26. Koma
  27. Tuli / Kehilangan Pendengaran
  28. Ensefalitis
  29. Hepatitis Fulminan
  30. HIV akibat transfusi darah
  31. Kehilangan anggota gerak
  32. Cedera Kepala Berat
  33. Penyakit Arteri Koroner
  34. Penyakit Parkinson
  35. Poliomielitis
  36. Lupus Eritematosus Sistemik
"Sehat itu mahal, maka jagalah kesehatan anda dengan menjaga pola hidup yang sehat."

Wanita perlu tahu tentang Kanker Serviks

Wanita perlu tahu tentang Kanker Serviks.  Kata kanker ibarat momok menakutkan bagi banyak orang, banyak sekali jenis penyakit kanker yang sering kita dengar dan kita ketahui, namun tahukah anda para wanita mengenai kanker yang satu ini? Berikut sedikit penjelasan mengenai kanker serviks.

Kanker yang sering dijumpai pada wanita adalah 
  1. Kanker Leher Rahim (serviks)   
  2. Kanker Payudara  
  3. Kanker Rahim 
  4. Kanker Indung Telur
Kenapa kanker serviks diletakan diatas sendiri?, jawabanya adalah karena kanker serviks merupakan penyebab terbanyak no. 1 kematian wanita-wanita di Indonesia, berdasarkan statistik setiap jam, satu wanita Indonesia meninggal dunia karena kanker ini.  
Angka kematian yang tinggi ini disebabkan karena kebanyakan penderita datang ke Rumah Sakit sudah terlambat, kanker sudah dalam stadium lanjut, karena memang kanker ini pada stadium dini belum menunjukan gejala sehingga penderita masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari.

Diantara gejala-gejala kanker serviks adalah :
  1. Keputihan dan bau (paling sering)  
  2. Pendarahan saat berhubungan badan 
  3. Pendarahan spontan  
  4. Nyeri panggul dan sebagainya
Kanker serviks umumnya disebabkan oleh inveksi virus yakni Human Papilloma Virus (HPV), dan saat ini dapat dicegah dengan vaksin HPV. Awalnya sel kanker berkembang dari serviks / mulut rahim yang letaknya berada di bawah rahim dan di atas vagina. Oleh sebab itu kanker serviks disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut rahim.

Sebelum divaksin perlu pemeriksaan Papsmear/IVA, bila hanya normal atau tidak ada kelainan, maka dapat dilakukan vaksinasi.  Vaksinasi sebaiknya dilakukan disarana kesehatan yang sudah menyediakan vaksin HPV.

Rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan HOGI (Himpunan Onkologi-Ginekologi Indonesia), vaksinasi dapat diberikan pada remaja putri mulai usia 10 tahun, vaksinasi sekali untuk seumur hidup.

Sumber : RS Ibu & Anak Mutiara Bunda Malang

Silakan kunjungi website berikut yang mengulas lebih jelas tentang kanker serviks :
http://kankerserviks.org/  
http://www.kankerserviks.com/  
http://id.wikipedia.org/

Mempersiapkan Biaya Kesehatan Secara Optimal

Mempersiapkan Biaya Kesehatan Secara Optimal.  Banyak diatara kita mungkin bertanya-tanya bagaimana saya dapat mempersiapkan dana kebutuhan kesehatan baik untuk berobat jalan maupun untuk rawat inap. Memang belum banyak artikel mengenai ini, biasanya anda akan langsung membeli produk asuransi jiwa yang sudah ada tambahan asuransi kesehatan didalamnya atau dikenal dengan riders.

Masih kondisi yang belum mengerti akhirnya kita setuju untuk membeli produk asuransi tambahan penyakit kritis. Tujuannya memang baik untuk melindungi jika kita terserang penyakit kritis, namun sesungguhnya kita harus lebih bijak untuk mengetahui apakah kita perlu membeli asuransi tambahan itu. Sementara biaya untuk membeli asuransi tambahan tersebut juga tidak murah.

Memang perlu diketahui khusus untuk biaya kesehatan besarnya adalah sangat bervariasi sampai saat ini masih tidak ada acuan yang jelas, sebagai contoh adalah penyakit Jantung (salah satu penyakit termahal) seseorang yang mengalami penyempitan pembuluh darah pada titik tertentu dan harus dilakukan operasi jantung dengan tujuan mengembalikan besaran dari pembuluh darah tersebut, berdasarkan data tahun 2011 yang didapat dari klien kami, biaya rata-rata untuk penyakit tersebut adalah berada pada kisaran antara Rp 5 juta hingga Rp 30 juta per harinya, biaya tersebut sudah termasuk biaya operasi jantung (kondisi standar tanpa komplikasi), ruang rawat inap (tergantung kelas), biaya kunjungan dokter, biaya obat pada saat rawat inap, biaya periksa atau kontrol kesehatah (darah, urine, dll) serta biaya peralatan kesehatan lain yang dibutuhkan diantaranya adalah oksigen, dll.

Pembaca yang bijak kisaran biaya untuk biaya kesehatan pada kasus diatas memang sangat besar, secara sederhana biaya tersebut tinggal dikalikan jumlah hari sang pasien melakukan rawat inap dirumah sakit. Nah kembali lagi berdasarkan data dari beberapa klien kami bahwa jumlah hari untuk kasus diatas berkisar antara 10 hingga 20 hari, bisa anda bayangkan berapa dana yang diperlukan? Amat besar tentunya. Lalu bagaimana dengan penyakit lain? Kanker, paru-paru dan yang lainnya? Nah sekali lagi memang ternyata belum ada acuan yang pas untuk memperkirakan biaya kesehatan.

Harus Objektif
Berdasarkan fakta tersebut maka mutlak dibutuhkan persiapan biaya kesehatan secara optimal khususnya biaya pada saat kita beada diusia produktif maupun ketika kita memasuki usia pensiun. Untuk itu marilah kita persiapkan secara objektif, dalam hal ini jangan mudah terpengaruh oleh bujuk rayu agen penjual.

Berikut adalah kiat-kiat untuk mempersiapkan biaya kesehatan:
Biaya kesehatan harus dipersiapkan jauh sebelum penyakit datang, lebih awal lebih baik! Siapkan sejak anda mulai bekerja. Mengapa? Karena biaya ini jika tidak terpakai secara signifikan dapat merupakan cadangan biaya kesehatan anda dengan jumlah yang cukup besar pada saat anda memasuki usia pensiun kelak di umur 55 tahun. Jadi jangan terlambat dalam hal mempersiapkan biaya kesehatan.
Berbicara biaya kesehatan pada usia kerja atau usia produktif, ada dua hal yang harus anda perhatikan, pertama anda mutlak memiliki asuransi kesehatan (melakukan transfer resiko jika terjadi sakit dan rawat inap) dan kedua anda wajib melakukan investasi kesehatan dalam bentuk reksa dana untuk persiapan menutupi kekurangan dari asuransi kesehatan jika terjadi rawat inap.

Adapun konsep dasar dalam mempersiapkan biaya kesehatan adalah:

  1. Membeli asuransi kesehatan sebelum sakit, di usia yang masih muda
  2. Di usia muda, beli program asuransi kesehatan rawat inap denga premi yang paling rendah
  3. Masukan dana investasi kesehatan pada reksa dana dengan jumlah investasi yang harus meningkat setiap tahunnya, dimulai dengan angka peningkatan 10 persen pertahun.
Untuk lebih jelasnya biaya kesehatan dapat dipilah sesuai dengan usia sebagai berikut:

• Kisaran usia produktif awal yakni: 21 hingga 30 tahun maka:

  1. Pilih asuransi kesehatan rawat inap dengan premi termurah, anda tidak dianjurkan membeli perlindungan tambahan untuk asuransi penyakit kritis. Mengapa demikian?, karena asuransi penyakit kritis ini memiliki besaran premi tambahan yang tidak sedikit. Untuk kisaran usia ini kemungkinan rawat inap di rumah sakit sangat kecil, kecuali bagi mereka yang mempunyai penyakit bawaan atapun turunan dari keluarga, misalkan penyakit asma, diabetes, dll. Perlu dicatat bahwa untuk penyakit tertentu yang bersifat bawaan dari keluarga biasanya asuransi kesehatan memerlukan periode waktu tertentu untuk dapat mengcovernya, misalkan 6 bulan hingga 1 tahun sejak polis asuransi terbit
  2. Lakukan investasi untuk kesehatan yang bersifat tambahan pada reksa dana (diluar asuransi kesehatan). Berapa besarnya? Untuk usia 21 s/d 30 tahun dapat dimulai dengan Rp 150.000 hingga Rp 250.000  setiap bulannya dan lakukan peningkatan investasi sebesar 10 persen pertahunnya. Jika ini anda lakukan, dengan asumsi yield reksa dana 15 persen pertahun maka:
    a. Dalam kurun waktu 5 tahun dana berada dalam kisaran Rp 15,7 juta hingga Rp 26,2 juta
    b. Dalam kurun waktu 10 tahun dana berada dalam kisaran Rp 58,6 juta hingga Rp 97,7 juta
    c. Dalam kurun waktu 25 tahun dana berada dalam kisaran Rp 975,7 juta hingga Rp 1,6 milyar
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan untuk rawat inap dari perusahaan maka anda tidak perlu mempersiapkan asuransi kesehatan tambahan.
  4. Pengecualian bagi yang memiliki penyakit bawaan keluarga semisal diabetes, paru-paru dsb., dapat membeli asuransi jiwa yang memiliki program terminal illness, mengenai ini silahkan baca artikel ini hingga selesai, akan dijelaskan nanti.
• Kisaran usia produktif 31 hingga 40 tahun

  1. Anda tetap disarankan untuk melanjutkan program asuransi kesehatan yang telah ada dengan proteksi rawat inap sedikit lebih mahal, mengapa? Karena pada kisaran ini peluang anda sakit dan dirawat di rumah sakit adalah lebih besar jika dibandingkan dengan periode usia sebelumnya.
  2. Besar investasi untuk kesehatan pada reksa dana berada dalam kisaran Rp 400.000 hingga Rp 650.000 setiap bulannya. Peningkatan investasi tetap sebesar 10 persen setiap tahun, dengan demikian:
    a. Dalam kurun waktu 5 tahun pertumbuhan dana akan bertambah berada dalam kisaran Rp 42 juta hingga Rp 68,3 juta
    b. Dalam kurun waktu 10 tahun maka pertumbuhan dana terus bertambah berada dalam kisaran Rp 156 juta hingga Rp 254 juta
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan, maka anda tetap tidak disarankan untuk membeli asuransi kesehatan tambahan.
  4. Yang anda perlukan hanyalah penambahan investasi kesehatan pada reksa dana (jika keuangan memungkinkan tentunya).
  5. Namun bagi yang memiliki penyakit bawaan anda tetap dianjurkan untuk menjalankan sesuai dengan pengecualian butir 4 (kisaran usia 21 hingga 30 tahun) diatas.
• Kisaran usia produktif 41 hingga 55 tahun

  1. Anda wajib untuk melanjutkan program asuransi kesehatan yang telah ada dengan proteksi rawat inap minimal pada kelas menengah, mengapa? Karena pada kisaran ini peluang anda sakit dan dirawat di rumah sakit adalah lebih besar jika dibandingkan dengan periode usia sebelumnya.
  2. Besar investasi kesehatan pada reksa dana berada dalam kisaran Rp 1 juta hingga Rp 1,6 juta setiap bulannya. Peningkatan investasi cukup sebesar 7 persen setiap tahun, mengapa demikian? Karena kami berasumsi dana kesehatan sudah terbentuk pada periode sebelumnya.
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan, maka pada periode usia ini anda boleh untuk membeli asuransi kesehatan tambahan, dengan catatan tanyakan pada perusahaan asuransi yang baru apakah klaim dapat terbayar 100 persen meskipun telah memiliki asuransi kesehatan yang lain.
  4. Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli asuransi penyakit kritis. Pada umumnya jenis asuransi ini dapat anda tempelkan atau tambahkan di asuransi jiwa. Berbicara asuransi jiwa anda juga dapat memilih produk yang memiliki terminal illness yakni sebuah program untuk uang pertanggungan yang akan dibayar ketika tertanggung mengalami sakit yang menurut medis peluang hidupnya tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Dalam kondisi itu sebagian uang pertanggungan akan dibayarkan meski tertanggung masih hidup. Uang dari asuransi ini pun dapat digunakan untuk biaya kesehatan tentunya. Sebagai informasi diantara kedua jenis asuransi penyakit kritis dibandingkan dengan asuransi terminal illness, besar premi yang termurah umumnya ada diasuransi terminal illness.

Demikian pembaca, pada dasarnya kita mutlak untuk memilah produk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang sesuai dengan usia kita agar kelak pada saat pensiun kita tetap memiliki dana kesehatan yang cukup besar karena pada usia tersebut justru dana kesehatan amat dibutuhkan. Jadi hindari over invest pada usia produktif dengan salah membeli asuransi kesehatan yang sesungguhnya tidak begitu diperlukan pada usia muda

Sumberhttp://health.kompas.com/


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ASURANSI UNIT LINK KESEHATAN PENDIDIKAN PENSIUN INVESTASI TERBAIK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger