" Sebuah Polis adalah tanda cinta yang paling tulus - by your side, for life"

Tampilkan postingan dengan label unit link. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unit link. Tampilkan semua postingan

Harga Unit di Asuransi Unit Link

Harga Unit di Asuransi Unit Link

Harga unit di asuransi unit link

"Apa itu harga unit di asuransi unit link?" kata teman tempo hari lewat sms menanyakan hal itu, syukurlah kelihatanya dirinya mulai memahami manfaat asuransi, sehingga menginspirasi saya memposting artikel ini untuk  memberikan sedikit gambaran yang semudah mungkin agar mudah dimengerti, kurang lebihnya begini : 

Kalau boleh saya ibaratkan harga unit adalah harga emas (sekali lagi ini hanya perumpamaan, karena unit bukanlah emas), dan 1 unit sama dengan 1 gram emas, seperti juga harga emas, harga unit juga bersifat fluktuatif adakalanya naik dan adakalanya turun.

Saat artikel ini dibuat, harga unit untuk equity fund pada perusahaan asuransi saya Panin Life adalah 13 ribu rupiah. Harga unit ini bisa dicek disini, bisa juga disini atau lewat koran bisnis Indonesia ataupun media lainya, disitu bisa kita lihat harga unit dari semua perusahaan asuransi yang mengeluarkan produk asuransi unit link.

Kembali lagi ke unit,
Jika seandainya saat ini harga emas 13 rb/gram dan saya mempunyai uang 13 juta, kemudian saya belikan emas, maka saya akan mendapatkan 1000 gr emas.
Begitu juga jika saat ini harga unit 13 ribu/unit dan saya melakukan top up untuk investasi sebesar 13 juta maka saya akan mendapatkan 1000 unit. 

Perhitunganya :
13000000 (top up) : 13000 (harga unit) = 1000 unit

Seandainya 10 tahun lagi harga emas 23 ribu/gram dan saya jual, maka saya akan menerima uang sebesar 23 juta.
Begitu juga jika 10 tahun lagi harga unit mencapai level harga 23 ribu/unit, maka dana investasi yang terbentuk sebesar 23 juta. 

Perhitunganya :
1000 (jumlah unit kita) X 23000 (harga unit) = 23000000

Semua itu adalah tugas dari manager investasi, mengelola dana investasi kita di pasar uang dan pasar modal misal saham,reksadana, obligasi dll, dalam hal komposisinya biasanya berbeda-beda untuk setiap perusahaan asuransi. Karena itu menurut saya pribadi, investasi di asuransi unit link lebih cocok untuk investasi jangka panjang.

Pada asuransi unit link, seandainya ada klaim asuransi misal untuk produk kesehatan, tidak akan mempengaruhi hasil dari dana investasi yang terbentuk karena bersifat terpisah.
Ibaratnya pada koperasi, premi dasar adalah simpanan wajib yang harus dibayar dan premi top up(investasi) adalah simpanan sukarela. 
Mudah-mudahan sedikit gambaran diatas bisa dipahami, unit adalah satuan yang dipakai dalam unit link. Untuk artikel jenis-jenis asuransi bisa dilihat disini.

Diulas : Ganang Gatikta

Mengenal Jenis Asuransi

Mengenal Jenis Asuransi.  Banyak produk asuransi ditawarkan. Tapi hati-hati, tidak setiap produk sesuai dengan kebutuhan Anda. "Harus dilihat produknya," kata Ketua Dewan Asuransi Indonesia, Cornelius Simanjuntak kepada VIVAnews.com, Kamis, 14 Juli 2011.

Menurut dia, konsumen harus jeli melihat produk, jangan asal beli. Sebab, asuransi jiwa terdiri atas beberapa produk. Masing-masing jenis memiliki manfaat yang berbeda-beda, guna melayani berbagai macam kebutuhan dan kemampuan nasabah.

Tak hanya itu, Corlelius menyarankan agar calon klien melihat rekam jejak perusahaan asuransinya. "Apakah perusahaan asuransi itu terdaftar di Kementerian Keuangan atau tidak," ujar Cornelius.

Bila setiap produk asuransi berbeda, lalu apa jenis-jenis produk asuransi? Berikut jenis-jenis asuransi menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam laman resminya:

1. Asuransi jiwa berjangka (Term)

Ciri khas ini terletak pada proteksi maksimum dengan preminya yang relatif rendah. Sebab itu, jenis produk ini menarik bagi calon tertanggung yang mempunyai kebutuhan asuransi besar, namun daya belinya terbatas.

Siapa yang cocok dengan polis ini?
- Calon pemegang polis yang ingin memproteksi masa depan anaknya.
- Calon pemegang polis yang baru meniti karier.

2. Asuransi jiwa seumur hidup (Whole life)

Ciri khas asuransi ini adalah jenis dasar asuransi jiwa permanen yang memberi proteksi asuransi seumur hidup.

Siapa yang cocok dengan produk ini?
- Calon pemegang polis yang ingin memiliki proteksi jiwa sekaligus menghasilkan dana tabungan yang dapat dipakai untuk kebutuhan darurat.
- Calon pemegang polis yang membutuhkan proteksi penghasilan permanen (biaya tagihan rumah sakit).
- Calon pemegang polis yang ingin mendapat sejumlah pertumbuhan modal investasi.

3. Asuransi jiwa dwiguna (Endowment)

Ciri khas asuransi ini adalah proteksi yang memberikan jumlah uang pertanggungan saat tertanggung meninggal dalam periode tertentu, dan sekaligus memberikan seluruh uang pertanggungan jika ia masih hidup pada masa akhir pertanggungan.

Karena memberikan dua manfaat, asuransi ini disebut dwiguna atau unit link. Produk ini berguna bagi calon pemegang polis yang ingin terlindung dari dampak keuangan karena kematian dini.

Siapa yang cocok dengan produk ini?
- Calon pemegang polis yang memerlukan dana bagi pendidikan anak.
- Calon pemegang polis yang ingin memiliki sejumlah dana untuk kebutuhan di masa depan.
- Calon pemegang polis yang ingin memiliki dana pensiun.
   
Asuransi ini terbagi dalam dua jenis, asuransi jiwa unit link single (premi tunggal) dan asuransi jiwa unit link reguler (premi berkala). Ciri khas asuransi premi tunggal adalah premi dibayarkan secara sekaligus. Biasanya asuransi ini premi untuk pemegang polis yang ingin berinvestasi jangka panjang.

Sementara itu, ciri khas asuransi premi berkala merupakan investasi jangka panjang yang polisnya diatur secara berkala. Pemegang polis ini biasanya orang yang memilih investasi namun tetap terproteksi. (art)




 

UNIT-LINKED dibebaskan dari pungutan pajak baru

JAKARTA: Direktorat Jenderal Pajak tidak mengenakan jenis pajak baru terhadap produk unit-linked perusahaan asuransi, melainkan menegaskan biaya cadangan investasi tidak bisa menjadi elemen pengurang pajak.

Pernyataan itu terkait Surat Edaran No 97/PJ/2011 tentang Perlakukan Pajak Penghasilan atas Pembentukan atau Pemupukan Dana Cadangan Premi Bagi Wajib Pajak yang Bergerak di Bidang Usaha Asuransi Jiwa dan Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Dedi Rudaedi, Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak menegaskan pihaknya tidak memungut pajak jenis baru terhadap biaya cadangan atas hasil investasi perusahaan asuransi.

Dalam bisnis asuransi jiwa terkait produk unit-linked, terdapat tiga sumber penghasilan. Antara lain berasal dari premi uang pertanggungan, premi subdana investasi dan hasil investasi termasuk hasil investasi subdana investasi.

"Sebagian hasil investasi yang berasal dari subdana investasi sebelumnya memang telah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) final," jelas Dedi.

Sesuai ketentuan, penghasilan yang telah dikenakan pajak final tidak lagi menjadi bagian Penghasilan Kena Pajak dalam SPT Tahunan. Untuk itu, lanjut dia, surat edaran mengatur bahwa biaya cadangan atas hasil investasi tidak dapat menjadi pengurang pajak pada perhitungan Penghasilan Kena Pajak (PKP) dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) perusahaan asuransi.

“Surat edaran itu penegasan atas ketentuan tersebut, jadi bukan sebagai jenis pajak baru yang dikenakan bagi unit-linked," tegas Dedi di Jakarta, hari ini.

Pernyataan tersebut menyusul reaksi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang ingin menganalisa peraturan baru Ditjen Pajak terkait premi hasil investasi produk asuransi dan investasi kena pajak tersebut. Mereka mengira pemerintah membebani premi hasil investasi sebagai objek pajak baru.

Ketentuan tersebut, menurut dia, juga diatur dalam Pasal 13 huruf a angka 1 dan 2 Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 yang mengatur pengeluaran untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang pengenaan pajaknya bersifat final atau bukan objek pajak, tidak boleh dibebankan sebagai biaya.

Dalam surat edaran yang terbit 28 Desember 2011, Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany mengungkapkan cadangan premi produk asuransi unit-linked, yang berasal dari penghasilan investasi, tidak boleh lagi menjadi pengurang pajak.

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/unit-linked-dibebaskan-dari-pungutan-pajak-baru

 

Muda, Lajang Banyak Uang

Uang dan usia muda adalah perpaduan yang mematikan, tanpa campur tangan kebijaksanaan. Karena walaupun uang dan usia muda memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menikmati hidup pada praktiknya ini bukanlah pekerjaan mudah.
Anak muda hampir selalu tidak bisa melakukan dua hal yang sesungguhnya sangat penting: a) Sabar; b) Sendirian. Mereka harus selalu melakukan sesuatu, menginginkan apa pun yang diinginkan orang lain sekarang.
Alasan di balik segala kehebohan ini adalah sikap ikut-ikutan yang disebut kekinian alias tren. Ketika seorang anak muda mengartikan sukses sebagai "membeli apa yang orang lain beli" itu akan menciptakan kekuatan gajah yang segera menarik kelompok usia ini ke dalam budaya konsumtivisme. Bisakah melawannya? Dengan perencanaan keuangan, anak muda bisa.

Titik kritis bernama pernikahan
Dunia romantisme yang dijejali kisah pangeran dan putri yang hidup bahagia selamanya, membuat masyarakat terobsesi dengan pernikahan. Bahkan anak perempuan sudah menggendong boneka bayi mereka seakan-akan ibunya. Anak laki-laki? Oh...mereka asyik bermain apa pun, kecuali menjadi ayah boneka.
Perempuan mungkin baru menyadarinya ketika dewasa, bahwa meminta seorang lelaki menikahinya sama saja menyuruh kucing mandi!
Banyak yang belum menyadari bahwa isu pernikahan adalah isu utama keuangan anak muda lajang. Ini adalah titik kritis yang akan mengubah tidak hanya status seseorang, tetapi bagaimana dia harus mengelola keuangan.
Sayangnya. pernikahan terutama di masyarakat kita, adalah sesuatu yang dianggap otomatis, artinya Anda pasti tahu sendirinya nantinya. Termasuk soal keuangan, nanti saja diatur setelah menikah, persis orangtua kita dulu.
Alih-alih merencanakan keuangan untuk persiapan kehidupan pernikahan, anak muda justru menunggu pernikahan mengajarkan itu pada mereka. Padahal di luar karier, pekerjaan kantor, dan bisnis maka benak anak muda dipenuhi oleh satu dorongan besar - lawan jenis mereka. Dengan kultur budaya masyarakat kita, ini hanya berarti satu hal yaitu pernikahan.
Masa lajang umumnya singkat, karena gairah anak muda sulit membuat mereka hidup sendirian (tak seorang pun yang bisa). Sayangnya persiapan keuangan ke arah kehidupan berkeluarga tidak direncanakan dengan baik oleh perempuan maupun laki-laki.
Akibatnya, anak muda lajang cenderung ceroboh dengan uang mereka, dikarenakan tidak mengintegrasikan antara fase kehidupan selanjutnya, yaitu kehidupan berkeluarga dengan keuangan mereka.

5 Prioritas Keuangan 
Prioritas berarti mendahulukan yang utama dibandingkan dengan yang lain, yaitu kebutuhan yang harus ada bahkan tak jarang bersifat genting dan tidak bisa ditunda. Dalam prioritas, anak muda kebanyakan masih bersikap seperti anak kecil. Mereka cenderung malawan aturan dan semaunya terhadap apa yang mereka ingin utamakan.
Ini menggeser makna prioritas sebagai kebutuhan menjadi keinginan. Hanya membutuhkan sepersekian menit untuk menebak apa keinginan anak muda. Sebut saja dua kata gaul dan gaya maka Anda akan bisa membuat daftar belanja terdiri dari ratusan barang, tempat-tempat nongkrong dan sederetan aktivitas ala sosialita, yang semuanya membutuhkan uang.
Berikut adalah lima prioritas yang sebaiknya dilaksanakan sejak pertama kali anak muda bekerja atau menerima penghasilan:
  • Dana darurat: kumpulkan dana tabungan sejumlah 3 - 6 kali penghasilan per bulan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kemungkinan terhentinya penghasilan sementara waktu akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) atau karena kondisi usaha yang menjadi sumber penghasilan menurun. Jika anak muda dapat mengalokasikan 50% dari penghasilannya untuk membentuk dana darurat maka dalam waktu 6 - 12 bulan akan tercapai kuotanya.
  • Dana pernikahan: kumpulkan dana tabungan sejumlah 6 - 12 kali penghasilan per bulan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kemungkinan menikah dalam waktu dekat. Jika anak muda dapat mengalokasikan 50% dari penghasilannya untuk membentuk dana pernikahan maka dalam waktu 1 - 2 tahun akan tercapai kuotanya. Lakukan ini setelah dana darurat terkumpul.
  • Rumah: kumpulkan dana tabungan sejumlah 24-36 kali penghasilan per bulan. Tujuannya adalah untuk membayar uang muka rumah (atau uang muka mobil) dan biaya-biaya seputar pembelian rumah. Asumsinya karena kebanyakan orang tidak mampu membeli tunai untuk rumahnya maka mereka mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) bank. Jika anak muda dapat mengalokasikan 50% dari penghasilannya untuk uang muka rumah, dalam waktu 4 - 6 tahun akan tercapai kuotanya.
  • Pensiun: ikuti program pensiun yang mendebet sejumlah persentase 5%-10% dari penghasilan per bulan begitu pertama kali bekerja (mungkin usia 22 tahun) dan lakukan terus sampai usia 55 tahun ketika memasuki umur pensiun. Masa akumulasi 33 tahun ini akan menghasilkan ratusan juta, bahkan miliaran rupiah sebagai modal awal hidup pensiun.
  • Kesehatan: beli asuransi kesehatan murni - hanya jika perusahaan tempat bekerja tidak menanggung biaya pengobatan. Ini terutama berlaku untuk para profesional dan pebisnis yang menanggung sendiri biaya kesehatan mereka. Alokasikan 5%-10% dari penghasilan tahunan untuk membayar premi asuransi kesehatan.
    Jika dihitung secara konservatif dengan kuota maksimal, keseluruhannya akan membutuhkan alokasi 50%-60% dari penghasilan untuk ditabung dan waktu 72 bulan atau 6 tahun tahun untuk membentuk dana darurat (1 tahun), dana pernikahan (2 tahun) dan dana rumah (6 tahun). Anda boleh menggunakan kuota minimal jika ingin lebih ringan. Jika anak muda mulai bekerja usia 22 tahun, dia secara finansial akan siap berkeluarga pada usia 28 tahun.
    Dengan melaksanakan ke lima prioritas di atas, anak muda secara otomatis mempersiapkan masa tua mereka dengan dana pensiun serta mampu mengantisipasi risiko keuangan dengan dana darurat dan asuransi kesehatan.

    Kekhawatiran ketidakmampuan finansial yang sering menyebabkan tertundanya pernikahan pun dapat dihindari. Karena masing-masing dapat menggabungkan dana pernikahan dan dana rumah mereka sebagai modal awal menuju siklus hidup finansial selanjutnya.

    Sumber : http://www.bisnis.com/articles/muda-lajang-banyak-uang   

Memilih Investasi Sesuai Usia

Memperbaiki kondisi finansial bisa dimulai dengan menabung, lalu lanjutkan dengan investasi. Jadi, sebaiknya mulai bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Termasuk keinginan berinvestasi dengan melihat portofolio (profil) investasi.
Sebaiknya hindari mengambil jalan pintas dengan memilih sembarang investasi. Memilih produk investasi juga membutuhkan perhitungan dengan menganalisis portofolio, yakni usia dan status Anda.

Ahmad Gozali, perencana keuangan, menyatakan, setiap orang memiliki portofolio investasi yang berbeda. Melihat dari kebutuhan, usia, dan statusnya. Apakah Anda lajang tetapi menjadi tulang punggung keluarga, atau lajang yang tidak menanggung kebutuhan orang lain. Apalagi bagi yang sudah menikah, perhitungan cermat sangat diperlukan.

"Portofolio investasi sangat tergantung perhitungan setiap individu, tidak pernah bisa berlaku mutlak. Melihat kebutuhan, usia, bahkan jumlah anak yang ditanggungnya," papar Gozali dalam workshop keuangan bertema "Salary vs Selera", yang diadakan oleh EXPERD di Barcode, Kemang, Jakarta, Sabtu (24/7/2010).

Memilih investasi berdasarkan portofolio tak bisa sembarangan. Bahkan, jika perlu, konsultasikan dengan pakar sebelum memutuskan produk investasi yang tepat sesuai kemampuan dan kebutuhan. Sebagai gambaran, Gozali membagi portofolio investasi sebagai berikut:

- Usia 20-30 tahun
Pada usia produktif ini, investasi risiko rendah dan tinggi masih cukup aman. Komposisinya bisa seimbang (50:50). Produk investasi cukup beragam, mulai dari emas, asuransi investasi, unit link hingga saham. 

- Usia 30 - 40 tahun

Pada usia ini, fokus investasi sebaiknya kepada produk dengan risiko menengah. Komposisinya lebih dominan (60-70 persen). Instrumen investasinya bisa berupa properti, reksa dana, dan unit link. Kurangi investasi pada produk berisiko rendah dan hindari investasi berisiko tinggi.

- Usia di atas 50 tahun
Mendekati masa pensiun, sebaiknya Anda fokus berinvestasi dengan produk berisiko rendah, komposisinya 50 persen. Salah satu produk investasi rendah risiko yaitu ORI. Anda masih aman berinvestasi produk berisiko menengah, tetapi sebaiknya kurangi investasi berisiko tinggi.

- Usia pensiun
Gozali menyarankan, sebaiknya jual investasi berisiko menengah dan tinggi yang sudah Anda miliki sebelumnya. Boleh saja menyisakannya, tetapi porsinya masing-masing 10 persen saja untuk investasi risiko menengah dan tinggi. Selebihnya, 80 persen sebaiknya berinvestasilah di produk dengan risiko rendah, emas salah satu contohnya.

Selamat berinvestasi.


Rencanakan keuangan masa depan dari sekarang

asuransi jiwa
Rencanakan keuangan masa depan dari sekarang. Asuransi…sebagian orang mungkin paranoid  saat mendengar kata ini, mungkin karena mereka berasumsi bahwa asuransi seakan-akan mendoakan seseorang sakit atau meninggal.  Stigma seperti ini di masyarakat yang seharusnya diluruskan.

Ibarat sebuah kendaraan, kita pasti tidak menginginkan kendaraan itu nantinya akan lecet, tabrakan atau bahkan hilang. Namun itu semua adalah resiko yaitu sesuatu hal yang mungkin bisa terjadi, tinggal bagaimana kita mengantisipasi, meminimalkan dan mencegah terjadinya resiko tersebut misalnya dengan berhati-hati saat berkendara dengan mematuhi rambu lalu lintas ataupun memasang alarm dan kunci ganda pada kendaraan kita, itu yang dinamakan pencegahan.
Begitu juga dengan manusia yang diibaratkan dengan sebuah kendaraan diatas.  resiko ( sesuatu hal yang mungkin bisa terjadi ) sebagai manusia adalah Sakit, Cacat karena terjadi sebuah kecelakaan dan tutup usia (meninggal).

Ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan, apakah sakit adalah sesuatu hal yang direncanakan? Apakah sebuah insiden yang mengakibatkan hilangnya salah satu anggota tubuh atau panca indera adalah hal yang kita sengaja?  Pasti semua setuju bahwa jawabanya adalah TIDAK karena pasti semua orang tidak menginginkan hal itu terjadi pada mereka, dan apakah keluarga yang ditinggalkan sudah siap dalam hal FINANSIAL  saat kita dipanggil oleh yang Maha Kuasa?

Semua itu adalah hal yang perlu kita jadikan bahan renungan, karena resiko itu pasti ada tinggal bagaimana kita mengantisipasi dan meminimalkan resiko itu agar nantinya tidak mengganggu kondisi keuangan keluarga karena terjadinya resiko, sehingga keuangan tidak tergerus oleh  biaya rumah sakit dan obat-obatan yang semakin mahal,

Biaya pendidikan yang semakin meningkat dan ada warisan yang bisa kita tinggalkan untuk keluarga saat kita tutup usia. Tentu saja jangan lupa selalu berdoa kepada yang Maha Kuasa agar selalu diberikan kesehatan lahir batin dan selalu dalam lindungan-Nya. Siapa yang tidak mau saat kita sakit ada yang membiayai? Siapa yang akan menolak  saat biaya sekolah semakin tinggi ada yang membayar? Siapa yang tidak ingin saat kita memasuki masa tua ada yang memberikan dana pensiun? Siapa yang tidak ingin, saat kita tutup usia ada warisan yang bisa diberikan untuk keluarga yang ditinggalkan?

Dengan memiliki asuransi semua pertanyaan diatas  akan terjawab, dengan memiliki asuransi berarti kita mengantisipasi seandainya terjadi sebuah resiko dalam siklus kehidupan manusia. Saat kita sakit ada yang membiayai, saat anak masuk sekolah ada yang membayar, saat menginjak masa tua ada yang memberikan dana untuk pensiun dan warisan untuk keluarga saat kita tutup usia. Meskipun tidak seratus persen biaya rumah sakit tercover ( tergantung dari produk asuransi yang diikuti ) namun paling tidak kita terbantu dan tidak terbebani sepenuhnya oleh biaya-biaya tersebut, sehingga keuangan kita lebih aman untuk keperluan-keperluan lain yang sudah direncanakan dan kita tidak perlu sampai menjual asset bahkan berutang kepada orang lain yang nantinya akan memberatkan kondisi keuangan kita.

Saat ini bermunculan produk Asuransi Unit Link yang memadukan antara Proteksi dan Investasi sehingga dana yang kita setorkan untuk pembayaran premi asuransi tidak akan hilang meskipun tidak ada klaim selama masa pertanggungan karena ada investasi yang ditanamkan, yang semakin tahun semakin bertambah dan dapat diambil sewaktu-waktu seperti tabungan di bank.

Terkadang orang berpikiran menunda mengikuti asuransi karena belum terjadi resiko, namun saat sudah terjadi resiko mereka baru benyadari pentingnya manfaat asuransi bagi dirinya dan keluarga. Mari berasuransi dari sekarang karena sebuah polis adalah surat cinta yang paling tulus untuk keluarga.
Bijaklah dalam memilih perusahaan asuransi yang terpercaya dan terbukti profesional, dalami produk yang ditawarkan, jangan terbuai oleh hasil investasi yang tinggi karena investasi bersifat fluktutif.

Oleh : Ganang Gatikta



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ASURANSI UNIT LINK KESEHATAN PENDIDIKAN PENSIUN INVESTASI TERBAIK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger