" Sebuah Polis adalah tanda cinta yang paling tulus - by your side, for life"

Tampilkan postingan dengan label asuransi kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asuransi kesehatan. Tampilkan semua postingan

36 Penyakit Kritis yang dicover Asuransi

asuransi unit link 36 penyakit kritis yang dicover

36 Penyakit Kritis yang dicover Asuransi

Fungsi asuransi adalah mengalihkan resiko dari tertanggung kepada penanggung dalam hal ini adalah perusahaan asuransi, terhadap kemungkinan terjadinya resiko yang tidak terduga, misalkan meninggal, cacat tetap total ataupun sakit. Dalam hal kesehatan, asuransi kesehatan Panin Life juga mengcover berbagai macam penyakit kritis.
Berikut daftar 36 penyakit kritis yang dicover oleh asuransi kesehatan Panin Life :
  1. Kanker
  2. Serangan Jantung
  3. Stroke
  4. Gagal Ginjal
  5. Transplantasi Organ Utama
  6. Muscular Dystrophy
  7. Operasi By-Pas Arteri Koronaria
  8. Penggantian Katup Jantung
  9. Penyakit Neuron Motorik
  10. Multiple Sclerosis
  11. Operasi Pembuluh Darah
  12. Primary Pulmonary Arterial Hypertension
  13. Loss of Speech
  14. Luka Bakar
  15. Kelumpuhan
  16. Kebutaan
  17. Penyakit Alzheimer
  18. Angioplasti
  19. Sindrom Apalat
  20. Anemia Apalistik
  21. Meningitis Bakterialis
  22. Tumor Jinak Otak
  23. Kardiomiopati
  24. Penyakit Hati Kronik
  25. Penyakit Paru Kronik
  26. Koma
  27. Tuli / Kehilangan Pendengaran
  28. Ensefalitis
  29. Hepatitis Fulminan
  30. HIV akibat transfusi darah
  31. Kehilangan anggota gerak
  32. Cedera Kepala Berat
  33. Penyakit Arteri Koroner
  34. Penyakit Parkinson
  35. Poliomielitis
  36. Lupus Eritematosus Sistemik
"Sehat itu mahal, maka jagalah kesehatan anda dengan menjaga pola hidup yang sehat."

Mengatasi Berbagai Penyakit Ringan

asuransi unit link penyakit ringan dan rempah-rempah

 Mengatasi Berbagai Penyakit Ringan.

Tubuh manusia memang tak pernah bisa lepas dari gangguan penyakit. Memang dokter adalah pilihan tepat untuk didatangi.  Tapi, jika penyakit masih ringan, tentu ada cara sederhana untuk menanggulanginya.  Dibawah ini beberapa penyakit ringan dan cara menanggulangi yang dikutip dari majalah intisari.


1. Masuk Angin

Untuk bayi, cukup digosok minyak adas dicampur parutan kencur sedikit.  Buat orang dewasa, gosok tubuh dengan minyak gandapura 50% dicampur minyak kemiri 50%. Untuk orang dewasa bisa juga minum air jahe hangat ditambah jeruk nipis.

2. Pembasmi Kadas

Gosok dengan rimpang laos, jika masih bandel juga gosok dengan daun ketepeng kerbau atau dikompres dengan lumatan bawang putih dan daun jinten.

3. Demam

Minum air asam yang hangat ditambah madu.  Boleh juga dicampur jeruk nipis.  Minum perasan air labu putih atau kelapa muda juga baik.

4. Gemetar dan merinding

Buat minuman dari perasan temulawak, daun meniran, dan kulit waru lengis yang diseduh dengan air hangat.

5. Bisul

Bagian yang ada bisulnya dikompres dengan daun picisan dan daun jinten yang ditumbuk halus.

6. Gusi bengkak dan gigi goyang

Buat minuman dari perasan jeruk manis, perasan labu putih, atau minum rebusan akar rumput alang-alang.  Untuk kumur, pakai rebusan kulit pohon tanjung dan jeruk nipis

Technorati  FFYHJJTWYMFB

Asuransi Kesehatan dan Penyakit Kritis

Asuransi Kesehatan dan Penyakit Kritis.

Apabila bisa memilih setiap orang pasti tidak mau sakit. Namun, apabila sudah terjadi, tidak satu pun yang bisa menolaknya. Apalagi kalau sakit yang diderita adalah jenis penyakit kritis yang tergolong berat dan sukar untuk disembuhkan. Sebut saja kanker, gagal ginjal atau serangan jantung. Sederet penyakit tersebut bisa jadi momok yang menakutkan, karena beban biaya yang harus dipikul untuk pengobatan.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) yang dikeluarkan bulan April 2011 lalu menyatakan, sebanyak 36,1 juta orang meninggal dunia akibat penyakit kritis seperti jantung, stroke, kanker dan diabetes. WHO dan World Bank juga memperkirakan sekitar 12 juta penduduk dunia didiagnosa menderita kanker tiap tahunnya. Sementara penyakit jantung koroner menempati posisi pertama penyebab kematian dengan jumlah penderita mencapai 220.000 tiap tahunnya.
Laporan WHO dan World Bank seharunya menjadi peringatan bagi kita semua, namun sayangnya gaya hidup masyarakat masa kini kurang mendukung pola hidup sehat.


asuransi kesehatan
Penyakit kritis adalah sejenis penyakit yang datangnya perlahan-lahan, pengobatannya memerlukan waktu lama, sembuhnya perlahan-lahan, dan harus disertai perubahan gaya hidup dengan disiplin yang ketat.
Penyakit kritis itu sebagian besar tidak datang tiba-tiba, tapi hasil dari akumulasi kebiasaan dan gaya hidup yg buruk, apalagi zaman sekarang, macam-macam sebab orang jadi sakit. Stres, polusi udara, rokok, kurang olahraga, aneka makanan mengandung bahan kimia, pola makan yang kurang sehat dll. Semua itu terkumpul sedikit demi sedikit, menumpuk terus, seringkali tanpa disadari.

Asuransi penyakit kritis memiliki fungsi diantaranya :
1. Membiayai pengobatan.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan.
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama sakit atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah dari jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri 
karena terhindar dari perasaan membebani orang lain dalam hal keuangan.


Di sini pentingnya perlindungan yang menjamin kesehatan, terutama jika yang terkena penyakit kritis adalah kepala keluarga, penopang pendapatan keluarga. Jadi, mari tidak ada salahnya siapkan diri kita untuk menghadapi kondisi terburuk dalam hidup.



Karyawan butuh Asuransi

asuransi jiwa karyawan

Karyawan butuh Asuransi

Seorang karyawan, bisa mengatakan "saya sudah dicover asuransi oleh perusahaan dimana tempat saya bekerja."  Namun perlu dipertimbangkan juga, apakah kita akan bekerja di perusahaan tersebut sampai pensiun, atau akan pindah ke perusahaan lain yang menurut kita lebih baik, atau akan resign karena bosan jadi karyawan dan ingin memulai usaha sendiri? Di tengah sebuah perjalanan kehidupan, hal-hal tersebut mungkin bisa saja terjadi. 

Setiap perusahaan mempunyai kebijakan yang berbeda, namun jika kita karyawan, coba di cek apakah perusahaan tempat kita bekerja sudah menyediakan asuransi bagi kita. Perusahaan-perusahaan yang baik biasanya menyediakan asuransi bagi karyawan-karyawannya. 

Namun ada beberapa hal yang perlu kita lakukan:

1.    Menanyakan kepada HRD, apakah asuransi yang disediakan itu hanya berlaku selama kita bekerja di perusahaan itu, atau bisa dilanjutkan sendiri seandainya kita berhenti bekerja.
Pada umumnya jika karyawan resign atau pensiun, maka asuransinya secara otomatis akan terputus. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk membeli asuransi sendiri. Kecuali jika kita berencana untuk bekerja terus sebagai profesional.
Tetapi, dipertimbangkan juga, jika kita pensiun, apakah perlindungan itu bisa dibawa pergi sebagai paket pensiun atau tidak.
2.    Jika perusahan telah menyediakan asuransi jiwa yang bisa kita kelola sendiri (bisa dibawa pergi dan dilanjutkan sendiri) maka mungkin sudah waktunya untuk melakukan perencanaan keuangan atau biaya sekolah anak-anak di masa depan.
3.  Umumnya anggota keluarga ikut tercover dalam asuransi, namun tidak ada salahnya menanyakan hal ini juga, karena jika tidak perlu dipertimbangan untuk membeli asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga. 



Asuransi Kesehatan Medical Benefit 8

Medical Benefit 8

Asuransi Kesehatan Medical Benefit 8 (MB8)

merupakan produk asuransi kesehatan unit link (proteksi dan investasi) dari Panin Life yang memberikan 8 manfaat utama :

1.  Rawat Inap
2.  Bedah, Dokter dan Obat-obatan Sesuai Tagihan*
3.  Rawat Jalan
4.  Berlaku Limit Tahunan untuk setiap anggota keluarga
5.  Satu Polis untuk Satu Keluarga (Ayah, Ibu dan 3 orang anak)
6.  Reinbursement dan Cashless di Rumah Sakit Rekanan
7.  Polis untuk Anak mulai usia 6 bulan
8.  Pertanggungan Maksimal sampai dengan usai 75 tahun

*) Dengan memperhatikan batas tahunan keseluruhan (Lihat Tabel Manfaat)


SOS International
Satu kartu berjuta manfaat, bekerja sama dengan Internasional SOS untuk memberikan pelayanan terbaik untuk rawat inap non cash.  Biaya perawatan yang dibayar sesuai dengan manfaat pertanggungan yang terdapat dalam polis asuransi.  Memiliki kerja sama dengan 240 rumah sakit di seluruh Indonesia dengan proses Klaim yang mudah. 



Mengenal Stroke

Mengenal Stroke

Saat yang lalu, pernah diulas cerita mengenai stroke ringan (silakan baca disini) dan kali ini tidak ada salahnya sedikit ulasan mengenai penyakit tersebut, karena stroke merupakan salah satu penyakit menakutkan yang bisa berakibat fatal bagi penderita baik itu meninggal ataupun cacat tetap.  Artikel ini saya rangkum dari berbagai sumber diantaranya medicastore, wikipedia dan stroke.org agar kita lebih mengenal stroke.

Berdasarkan dari data Yayasan Stroke Indonesia, penderita stroke di Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia dan menjadi penyebab terjadinya kecacatan serius nomor 1 di dunia, dan mungkin banyak orang yang tidak tahu, pada tanggal 29 Oktober adalah peringatan sebagai hari Stroke sedunia.

1.  Pengertian
Stroke merupakan penyakit defisit neurologis yang bersifat mendadak, pengertian umum adalah adanya gangguan aliran pembuluh darah di otak. Stroke ada 2 yaitu Stroke Iskemik, terjadi ketika arteri tersumbat oleh gumpalan darah atau secara bertahap ada penumpukan plak dan deposit lemak lainya, 87% penderita adalah stroke iskemik. Stroke Hemorragik, karena pecahnya pembuluh darah sehingga menyebabkan suply aliran darah ke otak terhenti, 13% penderita adalah stoke hemorragik.
Penyakit ini tidak hanya mengakibatkan gangguan fisik saja, namun juga mengakibatkan gangguan emosional seperti lupa mendadak, gelap satu mata, pusing, bicara pelo / cadel mendadak, gangguan menelan, kesemutan seluruh badan mendadak, gangguan keseimbangan mendadak.


2.  Faktor Resiko
Faktor resiko yang umum adalah
a. Merokok
b. Alkohol
c. Diabetes
d. Obesitas
e. Hiperkolesterol
f. Hipertensi
g. Riwayat Stroke sebelumnya/riwayat keluarga
h. Usia Lanjut
i. Riwayat gangguan pembuluh darah

Namun tidak menutup kemungkinan kasus-kasus stroke terjadi di usia muda, dikarenakan tingkat stres yang tinggi dan pola hidup yang kurang sehat seperti sering konsumsi makanan siap saji dan kurangnya olah raga.

3.  Stroke Ringan (TIA)
Merupakan salah satu stroke iskemik, singkatan dari Transient Ischemic Attack.  TIA dapat dikatakan sebagai indikasi yang ditimbulkan dari perubahan aliran darah otak yang tidak dapat dideteksi secara klinis dalam waktu 24 jam, namun harus diwaspadai karena tidak ada jaminan akan sembuh dan kembali normal, harus tetap cek kesehatan di tempat pelayanan kesehatan,  karena TIA tidak ada bedanya dengan penanganan stroke.

4.  Gejala

Mendadak mati rasa, kesemutan dan kelemahan pada wajah, tangan, atau   kaki,  pada satu sisi tubuh atau seluruh tubuh
Mendadak kebingungan, lupa mendadak, sulit berbicara ataupun sulit mengerti
Mendadak muncul masalah penglihatan pada satu atau kedua mata (penglihatan ganda, penglihatan gelap)
Mendadak kesulitan berjalan, dan kehilangan keseimbangan tubuh
Mendadak pusing berat tanpa sebab yang jelas
Teknik umum dalam hal kewaspadaan, yang biasa digunakan adalah FAST yaitu :
Metode FAST untuk stroke


F-ace   :cek muka, apakah saat tersenyum terlihat sudut mulut yang turun
A-rms   :dapatkah mengangkat kedua tangan, atau ada tangan yang lemah
S-peech:apakah lancar berbicara dan tidak cadel
T-ime   :Segera hubungi pelayanan kesehatan terdekat, lebih cepat lebih baik. 

Kesehatan itu penting, dengan menjaga pola hidup yang sehat dan rutin berolah raga mengurangi resiko akan berbagai penyakit, karena suatu penyakit bisa menyerang siapa saja, kapan saja, tidak memandang jenis kelamin atau usia.
Sehat itu mahal, kita akan merasakanya saat kita sudah pernah merasakan sakit, bersyukurlah bagi anda yang masih sehat. Tidak ada salahnya kita menabung untuk mempersiapkan biaya kesehatan seandainya suatu saat terjadi resiko sakit, toh seandainya kita selalu diberi kesehatan oleh Yang Kuasa, dana tersebut juga akan berguna untuk hal yang lain.
Semoga artikel ini bermanfaat.

Diulas : Ganang Gatikta


4 hal penting dalam hidup

Polis tanda cinta

4 hal penting dalam hidup

Kalau bisa saya simpulkan, secara umum ada 4 hal penting dalam hidup ini, yaitu :


1. Keluarga

Mungkin saat ini anda masih single atau belum berkeluarga, namun suatu saat anda pasti akan menikah, dan setelah menikah kita pasti akan memikirkan keluarga, dalam hal keuangan kita pasti ingin mempunyai tabungan yang cukup.


2. Pendidikan

Dari pernikahan, kehadiran si buah hati pastinya menjadi sebuah dambaan setiap pasangan, seorang anak yang lucu akan melengkapi kehidupan keluarga. Tidak hanya sampai disitu, menyekolahkan anak untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik adalah keinginan setiap orang tua.


3. Kesehatan

Kesehatan setiap anggota keluarga merupakan prioritas, sakit bukanlah sebuah keinginan, namun bukan rahasia lagi bahwa biaya kesehatan itu tidak murah saat sudah dihadapkan pada resiko sakit dalam perjalanan hidupnya, seperti kata bijak berikut ini, " Ingatlah sehat sebelum sakit."


4. Pensiun

Untuk terpenuhinya kondisi keuangan yang memadai saat memasuki masa pensiun, diperlukan persiapan dan perencanaan yang baik. Apapun profesi kita, pegawai negeri, swasta ataupun wiraswasta berhak merasakan ketentraman dalam sisi keuangan di usia lanjut, selain harapan dikelilingi anak dan cucu yang bahagia. 

Lalu pertanyaanya adalah, apa prioritas anda dari empat hal diatas? dan sudah siapkah anda berapa dana yang dibutuhkan?

Marilah merencanakan semuanya dari sekarang, banyak instrumen perencanaan keuangan yang bisa diikuti, salah satunya dengan asuransi unit link, memberikan kemudahan bagi anda untuk perencanaan keuangan masa depan, dengan memadukan antara proteksi (asuransi) dan investasi.

Diulas : Ganang Gatikta



Stroke ringan menyerang temanku

Stroke ringan (cerita asuransi)

Saya tertegun saat mendengar kabar dari teman, bahwa sudah seminggu lebih Arif yang juga teman saya, terkena stroke di bagian wajah sebelah kanan.  Pada awalnya saya tidak percaya sembari menimpali dengan bercanda: "kanker kali, alias kantong kering", sambil tersenyum teman saya menjawab : "klo kantong kering itu penyakitmu mas, coba deh mampir kerumahnya".  Dalam hati saya bertanya, apakah benar Arif umurnya masih 29 tahun yang tergolong masih muda dan anak baru satu, bisa terkena stroke?
Stroke ringan menyerang temankuAkhirnya malam hari saya meluncur ke rumahnya, setelah sampai saya dipersilakan istrinya masuk menemui Arif, dan akhirnya terbukti sudah rasa penasaran saya tadi siang.  Dengan duduk di kursi sofa menonton televisi, sambil berusaha menyapa saya, bicara pun kurang jelas karena separuh mulutnya tidak bisa digerakan dengan sempurna, terlihat diwajah sebelah kanan, raut muka Arif yang seakan sudah tidak berotot yang sudah mati rasa atau biasanya orang bilang "perot".  Disela kesempatan istrinya bercerita, untung di pagi hari setelah suaminya selesai mandi dia melihat keanehan pada muka suaminya sehingga pertolongan pertama tidak terlambat, akhirnya dirujuk ke pelayanan kesehatan terdekat dan sekarang menjalani terapi untuk pemulihan.
Dari kisah ini, dapat kita ambil pembelajaran bahwa resiko hidup dalam hal ini sakit, sakit apapun itu, bisa datang setiap saat, kepada setiap orang, tanpa diharapkan, tanpa diketahui dan tanpa kita duga sebelumnya.  Yang menjadi renungan dalam cerita diatas adalah :  
  1. Bagaimana seandainya Arif yang wiraswasta dan bertindak pencari nafkah dalam keluarga ini terlambat dalam pertolongan pertama hingga menyebabkan penyakitnya bertambah parah, dan dibutuhkan waktu lama untuk pemulihan sehingga menyebabkan  dirinya berbulan-bulan tidak bisa mencari nafkah, otomatis tidak akan ada pemasukan.
  2. Seandainya itu serjadi, bagaimana dengan keluarganya? sedangkan dapur harus tetap berasap, kebutuhan rutin harus tetap dikeluarkan seperti biaya listrik, air dan telpon, belum lagi biaya sekolah anak dan lain-lain.
  3. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk penyembuhan. Seandainya tabungan sudah tergerus habis, apa yang akan dilakukan?Jual aset atau berhutang?
Kita semua pasti tidak menginginkan semua itu terjadi, tapi bagaimana cara kita mengalihkan resiko dan meminimalkan dampak dari resiko itu seandainya harus terjadi.

Dalam perbicangan santai di ruang keluarga, mereka pun menyadari bahwa asuransi itu memang perlu, sebelumnya penawaran asuransi menjadikan sesuatu yang selalu mereka hindari dengan berbagai pertimbangan dan alasan, termasuk penawaran dari saya, tapi setelah semua ini terjadi mereka baru menyadari kenapa tidak sedari dulu mengikuti asuransi kesehatan, sehingga tabungan tidak tergerus untuk biaya-biaya seperti ini, dan juga karena masih banyak penyakit lain diluar sana yang lebih parah dari sakit yang Arif derita sekarang ini. Sang istri sempat berkata : " Kami harus sedia payung sebelum hujan, seandainya hujan itu memang turun, paling tidak baju dan badan tidak akan basah semua."

Saya yakin, masih banyak cerita seputar asuransi yang memiliki kesamaan dengan cerita teman saya diatas di masyarakat. Memang manfaat asuransi tidak bisa langsung dirasakan begitu kita mengikuti asuransi. Berbeda dengan makanan, minuman yang bisa langsung dapat kita rasakan manfaatnya, makanan enak membuat kenyang, minuman segar membuat rasa haus kita hilang.  Seandainya semua orang bisa tau masa depan, kapan kita sakit, kapan kecelakaan, kapan kita meninggal, mungkin cukup dengan punya etalase, kita tempatkan di depan rumah atau toko dan disitu dituliskan "Disini Jualan Asuransi" orang pada berbondong-bondong membeli asuransi seperti membeli pulsa.

Diulas : Ganang Gatikta
Terima kasih buat temanku Arif dan keluarga di Malang :)

Mengenal Kanker Paru-Paru

Kanker Paru-Paru

Mengenal kanker paru-paru.

Menyambung artikel saya sebelumnya, kali ini saya akan mengulas artikel mengenai kanker paru-paru, agar kita sama-sama lebih mengenal yang namanya kanker paru.  Artikel ini saya ambil dan rangkum dari berbagi sumber seperti wikipedia.org, kankerparu.org dan yayasan kanker Indonesia. Artikel kanker serviks pada wanita juga pernah diulas, silakan baca "Wanita Perlu tahu tentang Kanker Serviks".


Apa itu kanker paru-paru

Secara sederhana kanker paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali pada jaringan paru, dimana perkembangan atau evolusi terjadinya penyakit dalam lingkungan tertentu belum benar-benar dipahami.
Asal usul sel penyebab kanker sampai sekarang belum dapat dijelaskan, namun ada beberapa teori yang berkembang dari para ahli.

Jenis kanker paru-paru

Lebih dari 90% kanker paru berawal dari bronkus yaitu  jalan udara pada sistem pernapasan yang membawa udara ke paru-paru, hingga kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:
  1. Karsinoma sel skuamus
  2. Karsinoma sel kecil
  3. Karsinoma sel besar
  4. Adenokarsinoma paru
Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
  1. Adenoma (bisa ganas atau jinak)
  2. Hamartoma kondromatous (jinak)
  3. Sarkoma (ganas)
Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid,lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit

Gejala kanker paru

  1. Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat.
  2. Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak.
  3. Napas sesak dan pendek-pendek.
  4. Sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas.
  5. Kelelahan kronis
  6. Kehilangan selara makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  7. Suara serak/parau.
  8. Pembengkakan di wajah atau leher.
Dikarenakan gejala-gejala tidak begitu kentara, pada banyak kasus penderita kanker paru mengetahuinya secara terlambat sudah pada stadium lanjut, adapun kasus yang ditemukan pada stadium dini itupun terjadi secara kebetulan ketika seseorang melakukan cek medis rutin.

Penyebab utama kanker paru

Pelan tapi pasti,begitulah sifat kanker paru entah apa penyebab pastinya namun bukti menunjukan bahwa perokok adalah kelompok beresiko tinggi. Menurut survei, merokok  merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita.
Banyak bintang panggung dunia yang menyerah kepada kanker paru-paru ini, sebut saja legenda pop Indonesia, Chrisye yang harus menjalani kemoterapi ke Singapura, Ratu jazz Sarah Vaughan, gitaris The Beatles George Harrison ataupun Nat "King" Cole dan mungkin banyak lagi kasus serupa mengingat rokok sudah menjadi sahabat banyak orang.

Merokok hanya salah satu penyebabnya, terkadang bukan perokok pun masih bisa terkena kanker paru-paru, banyak hal yang bisa memicu tumbuhnya sel kanker pada tubuh manusia. 
Oleh karena itu, wacana membiasakan pola hidup sehat mengurangi resiko tumbuhnya sel kanker pada diri kita, lebih baik mencegah daripada mengobati, karena kesehatan itu mahal harganya.
Semoga sedikit informasi yang bisa saya rangkum ini, bermanfaat bagi kita semua, terutama saya pribadi.

Diulas : Ganang Gatikta

Menkes Endang Rahayu Meninggal karena Kanker

Menkes Endang Rahayu
Kabinet SBY kembali berduka, setelah baru saja kehilangan wamen ESDM saat melakukan pendakian gunung, kini Menteri Kesehatan Endang Rahayu meninggal dunia hari Rabu, 2 Mei, pukul 11.45 di RSCM Jakarta saat menjalani perawatan, karena penyakit kanker paru-paru lanjut yang dideritanya.

Dari berita yang saya dengar di televisi ataupun media cetak dan online, beliau sejak beberapa pekan ini menjalani perawatan insentif di RSCM karena penyakit kanker paru yang sudah beberapa tahun diderita.
Pihak RSCM pun mengatakan bahwa penyakit yang diderita beliau memang sudah akut, dan beliau sudah mengupayakan semaksimal mungkin untuk kesembuhanya dengan pengobatan di dalam maupun luar negeri.

Meskipun sedikit terlambat memposting artikel ini, namun tidak ada salahnya jika saya ingin mengajak kita semua, termasuk saya, untuk lebih mengenal mengenai kanker paru ini, karena kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar di Indonesia, yang mana terdapat berbagai macam jenis kanker, misal kanker serviks (leher rahim) pada wanita yang pernah saya ulas di artikel "Wanita perlu tahu tentang Kanker Serviks".

Artikel mengenai kanker paru, akan saya ulas diartikel selanjutnya. Silakan membaca artikel "Mengenal Kanker Paru-Paru".

Diulas : Ganang Gatikta


Menkes Endang Rahayu Meninggal karena Kanker out of 10 based on 10 ratings. 1 user reviews.

PENYAKIT DEGENERATIF MULAI SERANG usia 40 tahunan

Penyakit degenatif yang kini jenisnya mencapai 50 macam di dunia dinilai perlu diwaspadai, menyusul angka kematian yang kian meningkat.
Penyakit tersebut belakangan ini sudah merambah ke penderita berusia 40 tahun. Padahal, dulu penyakit degeneratif bisa disebut sebagai penyakit yang mengiringi proses penuaan dan menyerang orang di atas usia 50 tahun. Penyakit ini a.l. diabetes, penyakit jantung, stroke, osteoporosis, alzheimer, kanker, dan parkinson.

Menurut Frederik S. Waworuntu, master of science in holistic health dan ahli naturopathy, penyakit degeneratif, fungsi atau struktur dari jaringan atau organ yang terkena mengalami perubahan lebih buruk dari waktu ke waktu.
Faktor-faktor penyebab penyakit degeneratif sudah banyak dimiliki oleh masyarakat usia produktif (30-40 tahun). Pencetusnya a.l. karena keturunan, lingkungan, mutasi gen, usia tua, pola makan dan gaya hidup.
Selain itu, kumpulan efek gaya hidup, termasuk stres, perkembangan industri makanan dan minuman, polusi udara dan faktor lingkungan yang terakumulasi selama bertahun-tahun, berkembang menjadi penyakit peradaban.
"Faktor makanan dan gaya hidup sering dituding sebagai penyebab tingginya kasus penyakit degeneratif di Indonesia," ujar Frederik hari ini Jumat, 16 Maret 2012.
National Academy of Sciences dan lembaga lainnya memperkirakan bahwa faktor gizi bertanggung jawab untuk 60% kasus kanker pada wanita, dan sisanya pada laki-laki.
Menurutnya, masyarakat Indonesia belakangan ini mengonsumsi gula secara berlebihan. Gula mengandung banyak kalori. Selain itu, produk karbohidrat olahan seperti tepung yang warna putih, lebih cepat melepas kalori. "Hal itu berdampak pada penambahan jumlah orang yang kelebihan kalori," ujarnya.
Dia menjelaskan asupan kalori harian manusia, yaitu rata-rata 100% lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan manusia. Adapun, bersepeda sejauh 20 km baru bisa membakar 350 kalori. (spr)

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/


 

BBM dan Biaya Kesehatan

BBM dan Biaya Kesehatan

BBM dan biaya kesehatan.

Bahan bakar minyak atau biasa disebut BBM sudah dipastikan akan naik.  Kemaren saya melihat berita di televisi, bahwa harga obat-obatan pun akan ikut naik sekitar 3%-5%, bahkan obat generik, dalam artian sederhana,  yaitu obat yang ditujukan untuk masyarakat menengah kebawah sudah ada sebagian yang mengalami kenaikan  sejak februari lalu.
Dari sini bisa dilihat begitu vitalnya BBM dalam  keseharian sehingga menyebabkan hampir  semua sektor ekonomi mengalami kenaikan, entah itu bahan-bahan pokok, tiket transportasi  dan lainya.

Dikaitkan dengan harga obat-obatan, akan berimbas juga pada biaya kesehatan yang sebelumnya sudah mahal, pasti akan mengalami kenaikan, dan akan semakin membebani kondisi finansial masyarakat saat mereka menghadapi resiko sakit. 

Sempat terpikirkan bagaimana masyarakat yang belum mengalokasikan dana untuk  kesehatan, jika  mengalami sakit dan harus menjalani rawat inap, akankah aset yang ada harus dijual, ataukah tabungan yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan lain harus habis terpakai,  bahkan mungkin sampai berhutang  kanan kiri untuk membiayai obat-obatan dan aneka perawatan dirumah sakit, sehingga semakin banyak beban yang harus ditanggung.

Saya merasa disinilah pentingnya adanya alokasi dana untuk kesehatan, meski tidak ada satu orang pun yang menginginkan dirinya sakit termasuk saya, namun  resiko bisa datang setiap waktu tanpa diduga, tanpa direncanakan.  Saat ini banyak macam produk asuransi kesehatan dari berbagai perusahaan asuransi yang menawarkan pengelolaan dana kesehatan baik pribadi maupun  keluarga.  

Tidak ada salahnya sedia payung sebelum hujan, untuk menyisihkan sebagian dana untuk kesehatan. Sekarang bermunculan produk asuransi unitlink yang menawarkan pembayaran premi yang singkat dengan manfaat jangka panjang, ditambah dengan hasil investasi yang semakin berkembang.   

Jika ingin mengikuti asuransi sebaiknya pahami dulu produk asuransi dan manfaat yang akan diterima, klaim yang cepat dan pilih perusahaan asuransi yang sudah kredibel dan tentu saja sesuaikan dengan kemampuan finansial anda agar premi yang disetorkan tidak lapse atau gagal bayar.


Mempersiapkan Biaya Kesehatan Secara Optimal

Mempersiapkan Biaya Kesehatan Secara Optimal.  Banyak diatara kita mungkin bertanya-tanya bagaimana saya dapat mempersiapkan dana kebutuhan kesehatan baik untuk berobat jalan maupun untuk rawat inap. Memang belum banyak artikel mengenai ini, biasanya anda akan langsung membeli produk asuransi jiwa yang sudah ada tambahan asuransi kesehatan didalamnya atau dikenal dengan riders.

Masih kondisi yang belum mengerti akhirnya kita setuju untuk membeli produk asuransi tambahan penyakit kritis. Tujuannya memang baik untuk melindungi jika kita terserang penyakit kritis, namun sesungguhnya kita harus lebih bijak untuk mengetahui apakah kita perlu membeli asuransi tambahan itu. Sementara biaya untuk membeli asuransi tambahan tersebut juga tidak murah.

Memang perlu diketahui khusus untuk biaya kesehatan besarnya adalah sangat bervariasi sampai saat ini masih tidak ada acuan yang jelas, sebagai contoh adalah penyakit Jantung (salah satu penyakit termahal) seseorang yang mengalami penyempitan pembuluh darah pada titik tertentu dan harus dilakukan operasi jantung dengan tujuan mengembalikan besaran dari pembuluh darah tersebut, berdasarkan data tahun 2011 yang didapat dari klien kami, biaya rata-rata untuk penyakit tersebut adalah berada pada kisaran antara Rp 5 juta hingga Rp 30 juta per harinya, biaya tersebut sudah termasuk biaya operasi jantung (kondisi standar tanpa komplikasi), ruang rawat inap (tergantung kelas), biaya kunjungan dokter, biaya obat pada saat rawat inap, biaya periksa atau kontrol kesehatah (darah, urine, dll) serta biaya peralatan kesehatan lain yang dibutuhkan diantaranya adalah oksigen, dll.

Pembaca yang bijak kisaran biaya untuk biaya kesehatan pada kasus diatas memang sangat besar, secara sederhana biaya tersebut tinggal dikalikan jumlah hari sang pasien melakukan rawat inap dirumah sakit. Nah kembali lagi berdasarkan data dari beberapa klien kami bahwa jumlah hari untuk kasus diatas berkisar antara 10 hingga 20 hari, bisa anda bayangkan berapa dana yang diperlukan? Amat besar tentunya. Lalu bagaimana dengan penyakit lain? Kanker, paru-paru dan yang lainnya? Nah sekali lagi memang ternyata belum ada acuan yang pas untuk memperkirakan biaya kesehatan.

Harus Objektif
Berdasarkan fakta tersebut maka mutlak dibutuhkan persiapan biaya kesehatan secara optimal khususnya biaya pada saat kita beada diusia produktif maupun ketika kita memasuki usia pensiun. Untuk itu marilah kita persiapkan secara objektif, dalam hal ini jangan mudah terpengaruh oleh bujuk rayu agen penjual.

Berikut adalah kiat-kiat untuk mempersiapkan biaya kesehatan:
Biaya kesehatan harus dipersiapkan jauh sebelum penyakit datang, lebih awal lebih baik! Siapkan sejak anda mulai bekerja. Mengapa? Karena biaya ini jika tidak terpakai secara signifikan dapat merupakan cadangan biaya kesehatan anda dengan jumlah yang cukup besar pada saat anda memasuki usia pensiun kelak di umur 55 tahun. Jadi jangan terlambat dalam hal mempersiapkan biaya kesehatan.
Berbicara biaya kesehatan pada usia kerja atau usia produktif, ada dua hal yang harus anda perhatikan, pertama anda mutlak memiliki asuransi kesehatan (melakukan transfer resiko jika terjadi sakit dan rawat inap) dan kedua anda wajib melakukan investasi kesehatan dalam bentuk reksa dana untuk persiapan menutupi kekurangan dari asuransi kesehatan jika terjadi rawat inap.

Adapun konsep dasar dalam mempersiapkan biaya kesehatan adalah:

  1. Membeli asuransi kesehatan sebelum sakit, di usia yang masih muda
  2. Di usia muda, beli program asuransi kesehatan rawat inap denga premi yang paling rendah
  3. Masukan dana investasi kesehatan pada reksa dana dengan jumlah investasi yang harus meningkat setiap tahunnya, dimulai dengan angka peningkatan 10 persen pertahun.
Untuk lebih jelasnya biaya kesehatan dapat dipilah sesuai dengan usia sebagai berikut:

• Kisaran usia produktif awal yakni: 21 hingga 30 tahun maka:

  1. Pilih asuransi kesehatan rawat inap dengan premi termurah, anda tidak dianjurkan membeli perlindungan tambahan untuk asuransi penyakit kritis. Mengapa demikian?, karena asuransi penyakit kritis ini memiliki besaran premi tambahan yang tidak sedikit. Untuk kisaran usia ini kemungkinan rawat inap di rumah sakit sangat kecil, kecuali bagi mereka yang mempunyai penyakit bawaan atapun turunan dari keluarga, misalkan penyakit asma, diabetes, dll. Perlu dicatat bahwa untuk penyakit tertentu yang bersifat bawaan dari keluarga biasanya asuransi kesehatan memerlukan periode waktu tertentu untuk dapat mengcovernya, misalkan 6 bulan hingga 1 tahun sejak polis asuransi terbit
  2. Lakukan investasi untuk kesehatan yang bersifat tambahan pada reksa dana (diluar asuransi kesehatan). Berapa besarnya? Untuk usia 21 s/d 30 tahun dapat dimulai dengan Rp 150.000 hingga Rp 250.000  setiap bulannya dan lakukan peningkatan investasi sebesar 10 persen pertahunnya. Jika ini anda lakukan, dengan asumsi yield reksa dana 15 persen pertahun maka:
    a. Dalam kurun waktu 5 tahun dana berada dalam kisaran Rp 15,7 juta hingga Rp 26,2 juta
    b. Dalam kurun waktu 10 tahun dana berada dalam kisaran Rp 58,6 juta hingga Rp 97,7 juta
    c. Dalam kurun waktu 25 tahun dana berada dalam kisaran Rp 975,7 juta hingga Rp 1,6 milyar
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan untuk rawat inap dari perusahaan maka anda tidak perlu mempersiapkan asuransi kesehatan tambahan.
  4. Pengecualian bagi yang memiliki penyakit bawaan keluarga semisal diabetes, paru-paru dsb., dapat membeli asuransi jiwa yang memiliki program terminal illness, mengenai ini silahkan baca artikel ini hingga selesai, akan dijelaskan nanti.
• Kisaran usia produktif 31 hingga 40 tahun

  1. Anda tetap disarankan untuk melanjutkan program asuransi kesehatan yang telah ada dengan proteksi rawat inap sedikit lebih mahal, mengapa? Karena pada kisaran ini peluang anda sakit dan dirawat di rumah sakit adalah lebih besar jika dibandingkan dengan periode usia sebelumnya.
  2. Besar investasi untuk kesehatan pada reksa dana berada dalam kisaran Rp 400.000 hingga Rp 650.000 setiap bulannya. Peningkatan investasi tetap sebesar 10 persen setiap tahun, dengan demikian:
    a. Dalam kurun waktu 5 tahun pertumbuhan dana akan bertambah berada dalam kisaran Rp 42 juta hingga Rp 68,3 juta
    b. Dalam kurun waktu 10 tahun maka pertumbuhan dana terus bertambah berada dalam kisaran Rp 156 juta hingga Rp 254 juta
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan, maka anda tetap tidak disarankan untuk membeli asuransi kesehatan tambahan.
  4. Yang anda perlukan hanyalah penambahan investasi kesehatan pada reksa dana (jika keuangan memungkinkan tentunya).
  5. Namun bagi yang memiliki penyakit bawaan anda tetap dianjurkan untuk menjalankan sesuai dengan pengecualian butir 4 (kisaran usia 21 hingga 30 tahun) diatas.
• Kisaran usia produktif 41 hingga 55 tahun

  1. Anda wajib untuk melanjutkan program asuransi kesehatan yang telah ada dengan proteksi rawat inap minimal pada kelas menengah, mengapa? Karena pada kisaran ini peluang anda sakit dan dirawat di rumah sakit adalah lebih besar jika dibandingkan dengan periode usia sebelumnya.
  2. Besar investasi kesehatan pada reksa dana berada dalam kisaran Rp 1 juta hingga Rp 1,6 juta setiap bulannya. Peningkatan investasi cukup sebesar 7 persen setiap tahun, mengapa demikian? Karena kami berasumsi dana kesehatan sudah terbentuk pada periode sebelumnya.
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan, maka pada periode usia ini anda boleh untuk membeli asuransi kesehatan tambahan, dengan catatan tanyakan pada perusahaan asuransi yang baru apakah klaim dapat terbayar 100 persen meskipun telah memiliki asuransi kesehatan yang lain.
  4. Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli asuransi penyakit kritis. Pada umumnya jenis asuransi ini dapat anda tempelkan atau tambahkan di asuransi jiwa. Berbicara asuransi jiwa anda juga dapat memilih produk yang memiliki terminal illness yakni sebuah program untuk uang pertanggungan yang akan dibayar ketika tertanggung mengalami sakit yang menurut medis peluang hidupnya tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Dalam kondisi itu sebagian uang pertanggungan akan dibayarkan meski tertanggung masih hidup. Uang dari asuransi ini pun dapat digunakan untuk biaya kesehatan tentunya. Sebagai informasi diantara kedua jenis asuransi penyakit kritis dibandingkan dengan asuransi terminal illness, besar premi yang termurah umumnya ada diasuransi terminal illness.

Demikian pembaca, pada dasarnya kita mutlak untuk memilah produk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang sesuai dengan usia kita agar kelak pada saat pensiun kita tetap memiliki dana kesehatan yang cukup besar karena pada usia tersebut justru dana kesehatan amat dibutuhkan. Jadi hindari over invest pada usia produktif dengan salah membeli asuransi kesehatan yang sesungguhnya tidak begitu diperlukan pada usia muda

Sumberhttp://health.kompas.com/


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ASURANSI UNIT LINK KESEHATAN PENDIDIKAN PENSIUN INVESTASI TERBAIK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger