" Sebuah Polis adalah tanda cinta yang paling tulus - by your side, for life"

Tampilkan postingan dengan label asuransi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asuransi. Tampilkan semua postingan

Panin Life Luncurkan Brand Baru Panin Dai-ichi Life

Panin Life Luncurkan Brand Baru Panin Dai-ichi Life


Panin Dai-ichi Life


Setelah diakuisisi Dai-ichi Life pada Oktober lalu, PT Panin Life Tbk meluncurkan brand baru bernama Panin Dai-ichi Life. Perubahan brand baru ini menjadi tonggak sejarah perseroan sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah dan mitra bisnis.
Bersamaan dengan ini, Panin Dai-ichi Life juga mengumumkan jajaran direksi baru yakni Fadjar Gunawan sebagai Presiden Direktur, Yoshihisa Ishii sebagai Wakil Presiden Direktur, Simon Imanto sebagai Wakil Presiden Direktur, Jutany Japit sebagai Direktur dan Masato Inagaki sebagai Direktur.
Fadjar mengatakan, nama baru ini mencerminkan kombinasi kekuatan dua perusahaan. Di satu sisi, Panin Life memiliki pengetahuan mendalam tentang pasar asuransi jiwa di Indonesia dan di sisi lain, Dai-ichi Life memberikan pengalaman dan keahlian bertaraf internasional. Peluncuran brand baru ini didukung pula oleh slogan baru "by your side, for life".
"Slogan baru ini merefleksikan tujuan mulia serta komitmen kami untuk menjadi mitra abadi dan dapat diandalkan bagi nasabah kami dan mendampingi mereka di setiap tahap kehidupan mereka yang sangat berharga,"jelas Fadjar dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Rabu (11/12).
Memasuki era baru ini, Panin Dai-ichi Life akan menghadirkan produk inovatif dan komprehensif. Fadjar mengungkapkan, produk tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan nasabah individu dan korporat. "Produk yang ditawarkan terutama produk asuransi jiwa, investasi, dan,"ungkap Fadjar.
sumber : beritasatu.com

Perusahaan Jepang Akuisisi 40% saham Asuransi Panin Life

insurance

Perusahaan Jepang Akuisisi 40% saham Asuransi Panin Life

Perusahaan asuransi jiwa asal Jepang, Dai-ichi Life Insurance Co Ltd menyetujui perjanjian pembelian 40% saham perusahaan asuransi lokal yakni Panin Life seharga US$ 337 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun.Hal ini dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis asuransi Dai-ichi di kawasan ASEAN.

Seperti diberitakan Reuters, Selasa (4/6/2013), pihak Dai-ichi melihat pasar asuransi di Indonesia cukup menjanjikan.Deputy President, Group Management Dai-ichi Life, Hideto Masaki mengatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia masuk yang tercepat di pasar asuransi dengan total premi asuransi jiwa sebesar kurang dari 2% dari PDB."Memasuki pasar asuransi Indonesia merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan internasional kami dan akan memperkuat kehadiran kami di pasar negara berkembang," ujarnya.

Dai-ichi Life merupakan perusahaan publik di Jepang yang telah berpengalaman selama lebih dari 100 tahun di sektor industri asuransi jiwa. Dai-ichi Life cukup terkenal di Jepang, dan memiliki jaringan operasional yang tersebar di Asia Pasifik, Eropa, Amerika, dan Australia.

Sumber : finance.detik.com

Memilih Perusahaan Asuransi yang Baik


Memilih Perusahaan Asuransi yang Baik

memilih perusahaan asuransi
Banyak perusahaan asuransi yang mengkliam bahwa mereka adalah yang terbaik. Ini bisa dilihat kalau ada produk asuransi yang ditawarkan kepada masyarakat lewat iklan-iklan, nyaris tak ada yang kurang. Meski demikian, ada beberapa faktor yang seharusnya dipertimbangkan dalam proses memilih suatu perusahaan asuransi terutama asuransi jiwa.
Setidaknya ada faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih perusahaan asuransi swasta yakni kekuatan keuangan (security), jasa (service) dan biaya
Kekuatan keuangan asuransi yang menyangkut kemampuan keuangan perusahaan tersebut untuk memenuhi janjinya jika keadaan membutuhkan. Hal ini penting diketahui, karena tidak sedikit perusahaan asuransi yang tampak diluarnya mentereng, misal gedung bertingkat, kendaraan direksinya bagus-bagus, tetapi tatkala terjadi klaim dari nasabah, perusahaan tersebut tidak mampu membayar.
Dalam menilai kekuatan keuangan ini ada beberapa tolak ukur yang perlu diperhatikan. Aset dan liabilitasnya. Ini bisa dilihat dari laporan neraca keuangan yang diumumkan di koran. Lihat juga investasinya ditanam pada current atau longterm. Dari segi liabilitasnya atau kemampuan melunasi kewajiban akan terlihat di neraca, bagaimana utangnya pada reasuradur, bagaimana dia memenuhi kewajiban membayar klaim dan lain sebagainya.
Lalu underwritting policy. Di neraca dan laporan tahunan akan terlihat bahwa asuransinya masih untung atau mengalami pertumbuhan laba. Ini berarti underwritting policy nya bagus.
Underwriter asuransinya memiliki tenaga-tenaga yang berkualitas atau tidak bisa diketahui dari profil perusahaan yang memuat para underwriternya.

Jasa (service) merupakan cermin sejauh mana sumber daya manusia di perusahaan tersebut berkualitas atau tidak, misalnya sejauh mana kecepatan pelayanan baik dalam menerbitkan polis apalagi dalam pembayaran santunan atau klaim. 

Tips lainya, kalau anda memilih perusahaan asuransi joint venture, dapat dilihat bagaimana reputasi dari perusahaan asing tersebut diberbagai negara lain. Dan jika memilih perusahaan asuransi lokal (bukan joint venture), maka pilihlah perusahaan asuransi yang memiliki reputasi "tahan banting", yaitu perusahaan yang sudah sangat berpengalaman, sudah pernah melalui berbagai macam krisis namun tetap eksis.

Semoga dengan sedikit tips-tips sederhanan diatas dapat membantu anda mengurangi resiko tidak dibayarnya klaim Anda oleh perusahaan asuransi. Yang paling penting jangan lantas takut untuk ikut asuransi. [sumber:berita-asuransi]

36 Penyakit Kritis yang dicover Asuransi

asuransi unit link 36 penyakit kritis yang dicover

36 Penyakit Kritis yang dicover Asuransi

Fungsi asuransi adalah mengalihkan resiko dari tertanggung kepada penanggung dalam hal ini adalah perusahaan asuransi, terhadap kemungkinan terjadinya resiko yang tidak terduga, misalkan meninggal, cacat tetap total ataupun sakit. Dalam hal kesehatan, asuransi kesehatan Panin Life juga mengcover berbagai macam penyakit kritis.
Berikut daftar 36 penyakit kritis yang dicover oleh asuransi kesehatan Panin Life :
  1. Kanker
  2. Serangan Jantung
  3. Stroke
  4. Gagal Ginjal
  5. Transplantasi Organ Utama
  6. Muscular Dystrophy
  7. Operasi By-Pas Arteri Koronaria
  8. Penggantian Katup Jantung
  9. Penyakit Neuron Motorik
  10. Multiple Sclerosis
  11. Operasi Pembuluh Darah
  12. Primary Pulmonary Arterial Hypertension
  13. Loss of Speech
  14. Luka Bakar
  15. Kelumpuhan
  16. Kebutaan
  17. Penyakit Alzheimer
  18. Angioplasti
  19. Sindrom Apalat
  20. Anemia Apalistik
  21. Meningitis Bakterialis
  22. Tumor Jinak Otak
  23. Kardiomiopati
  24. Penyakit Hati Kronik
  25. Penyakit Paru Kronik
  26. Koma
  27. Tuli / Kehilangan Pendengaran
  28. Ensefalitis
  29. Hepatitis Fulminan
  30. HIV akibat transfusi darah
  31. Kehilangan anggota gerak
  32. Cedera Kepala Berat
  33. Penyakit Arteri Koroner
  34. Penyakit Parkinson
  35. Poliomielitis
  36. Lupus Eritematosus Sistemik
"Sehat itu mahal, maka jagalah kesehatan anda dengan menjaga pola hidup yang sehat."

Asuransi Kesehatan dan Penyakit Kritis

Asuransi Kesehatan dan Penyakit Kritis.

Apabila bisa memilih setiap orang pasti tidak mau sakit. Namun, apabila sudah terjadi, tidak satu pun yang bisa menolaknya. Apalagi kalau sakit yang diderita adalah jenis penyakit kritis yang tergolong berat dan sukar untuk disembuhkan. Sebut saja kanker, gagal ginjal atau serangan jantung. Sederet penyakit tersebut bisa jadi momok yang menakutkan, karena beban biaya yang harus dipikul untuk pengobatan.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) yang dikeluarkan bulan April 2011 lalu menyatakan, sebanyak 36,1 juta orang meninggal dunia akibat penyakit kritis seperti jantung, stroke, kanker dan diabetes. WHO dan World Bank juga memperkirakan sekitar 12 juta penduduk dunia didiagnosa menderita kanker tiap tahunnya. Sementara penyakit jantung koroner menempati posisi pertama penyebab kematian dengan jumlah penderita mencapai 220.000 tiap tahunnya.
Laporan WHO dan World Bank seharunya menjadi peringatan bagi kita semua, namun sayangnya gaya hidup masyarakat masa kini kurang mendukung pola hidup sehat.


asuransi kesehatan
Penyakit kritis adalah sejenis penyakit yang datangnya perlahan-lahan, pengobatannya memerlukan waktu lama, sembuhnya perlahan-lahan, dan harus disertai perubahan gaya hidup dengan disiplin yang ketat.
Penyakit kritis itu sebagian besar tidak datang tiba-tiba, tapi hasil dari akumulasi kebiasaan dan gaya hidup yg buruk, apalagi zaman sekarang, macam-macam sebab orang jadi sakit. Stres, polusi udara, rokok, kurang olahraga, aneka makanan mengandung bahan kimia, pola makan yang kurang sehat dll. Semua itu terkumpul sedikit demi sedikit, menumpuk terus, seringkali tanpa disadari.

Asuransi penyakit kritis memiliki fungsi diantaranya :
1. Membiayai pengobatan.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan.
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama sakit atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah dari jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri 
karena terhindar dari perasaan membebani orang lain dalam hal keuangan.


Di sini pentingnya perlindungan yang menjamin kesehatan, terutama jika yang terkena penyakit kritis adalah kepala keluarga, penopang pendapatan keluarga. Jadi, mari tidak ada salahnya siapkan diri kita untuk menghadapi kondisi terburuk dalam hidup.



Karyawan butuh Asuransi

asuransi jiwa karyawan

Karyawan butuh Asuransi

Seorang karyawan, bisa mengatakan "saya sudah dicover asuransi oleh perusahaan dimana tempat saya bekerja."  Namun perlu dipertimbangkan juga, apakah kita akan bekerja di perusahaan tersebut sampai pensiun, atau akan pindah ke perusahaan lain yang menurut kita lebih baik, atau akan resign karena bosan jadi karyawan dan ingin memulai usaha sendiri? Di tengah sebuah perjalanan kehidupan, hal-hal tersebut mungkin bisa saja terjadi. 

Setiap perusahaan mempunyai kebijakan yang berbeda, namun jika kita karyawan, coba di cek apakah perusahaan tempat kita bekerja sudah menyediakan asuransi bagi kita. Perusahaan-perusahaan yang baik biasanya menyediakan asuransi bagi karyawan-karyawannya. 

Namun ada beberapa hal yang perlu kita lakukan:

1.    Menanyakan kepada HRD, apakah asuransi yang disediakan itu hanya berlaku selama kita bekerja di perusahaan itu, atau bisa dilanjutkan sendiri seandainya kita berhenti bekerja.
Pada umumnya jika karyawan resign atau pensiun, maka asuransinya secara otomatis akan terputus. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk membeli asuransi sendiri. Kecuali jika kita berencana untuk bekerja terus sebagai profesional.
Tetapi, dipertimbangkan juga, jika kita pensiun, apakah perlindungan itu bisa dibawa pergi sebagai paket pensiun atau tidak.
2.    Jika perusahan telah menyediakan asuransi jiwa yang bisa kita kelola sendiri (bisa dibawa pergi dan dilanjutkan sendiri) maka mungkin sudah waktunya untuk melakukan perencanaan keuangan atau biaya sekolah anak-anak di masa depan.
3.  Umumnya anggota keluarga ikut tercover dalam asuransi, namun tidak ada salahnya menanyakan hal ini juga, karena jika tidak perlu dipertimbangan untuk membeli asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga. 



Panin Life Raih "The Best Insurance 2012"


Panin Life Raih "The Best Insurance 2012"

Panin Life Raih "The Best Insurance 2012"

Panin  Life  kembali  mendapatkan penghargaan  yang  diberikan oleh Majalah Investor sebagai Asuransi Terbaik tahun 2012 untuk kategori asuransi jiwa dengan aset diatas Rp. 3 Triliun - 5 Triliun. Penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras, kerja sama dan kepercayaan dari seluruh nasabah, sales force, rekan bisnis dan karyawan Panin Life. Untuk itu Panin Life mengucapkan terima kasih kepada seluruh nasabah, sales force, rekan bisnis dan karyawan Panin Life atas  dukungan  yang diberikan bagi perkembangan Panin Life. 

Sumber: Panin Life

Artikel mengenai " Sembilan Perusahaan Asuransi Terbaik 2012 " silakan kunjungi link berikut ini www.investor.co.id


Asuransi melindungi nilai ekonomi diri kita

Asuransi untuk melindungi nilai ekonomi diri. 

Fakta menunjukan, cukup banyak orang yang alergi mendengar kata asuransi jiwa. Namun terkadang, mereka tidak keberatan untuk mengasuransikan mobil, motor atau bangunan yang mereka miliki.

Asuransi Jiwa Unit Link
Tidak mengejutkan jika mayoritas pemilik kendaraan bermotor melindungi nilai ekonomi kendaraannya dengan asuransi, sementara hanya dibawah 10% saja orang Indonesia yang secara sadar melindungi nilai ekonomi dirinya dengan asuransi.
Banyak beranggapan asuransi melindungi jiwa kita, namun yang sebenarnya adalah asuransi untuk melindungi nilai ekonomi diri kita dan bukan jiwa kita. 



Contohnya seperti ini, misal sekarang kita sebagai pencari nafkah dalam keluarga sanggup menyediakan per bulan 5 juta rupiah untuk keluarga kita hidup dengan layak, maka asuransi membantu kita untuk menjamin agar kehidupan ekonomi keluarga kita, dengan pengeluaran 5 juta rupiah itu bisa terus terjaga, meskipun suatu saat terjadi "sesuatu" yang menyebabkan kita tidak mampu lagi menghasilkan uang sejumlah itu. Kita pasti tidak mengharapkan "sesuatu" itu terjadi.

Namun siapa yang bisa memastikan masa depan?

Coba direnungkan, jika nilai ekonomi mobil kita saja dilindungi, mengapa kita tidak melindungi nilai ekonomi diri kita? sebegitu berhargakah mobil dibandingkan diri kita sendiri? mobil adalah aset, namun diri kita juga merupakan aset bagi diri sendiri dan keluarga.

Oleh karena itu, meski tidak berminat untuk membeli polis asuransi, kita tidak perlu sungkan untuk berkonsultasi dengan agen asuransi. Tidak ada ruginya jika kita memahami mekanisme perencanaan keuangan model ini.
Paling tidak, kita bisa membandingkannya dengan strategi perencanaan keuangan yang saat ini sudah kita jalankan. Meskipun kita tidak membeli polis asuransi dari agen asuransi, mereka biasanya dengan senang hati membantu kita untuk mendesain rencana keuangan jangka panjang kita.

Saat ini asuransi sudah banyak yang dikombinasikan dengan investasi, disebut juga asuransi unit link. Jadi, selain mendapatkan benefit perlindungan, sekaligus melihat porsi uang yang disetorkan sebagai tabungan atau investasi yang akan terus bertumbuh dan berkembang, dengan jangka waktu pembayaran premi yang singkat.



Asuransi Kesehatan Medical Benefit 8

Medical Benefit 8

Asuransi Kesehatan Medical Benefit 8 (MB8)

merupakan produk asuransi kesehatan unit link (proteksi dan investasi) dari Panin Life yang memberikan 8 manfaat utama :

1.  Rawat Inap
2.  Bedah, Dokter dan Obat-obatan Sesuai Tagihan*
3.  Rawat Jalan
4.  Berlaku Limit Tahunan untuk setiap anggota keluarga
5.  Satu Polis untuk Satu Keluarga (Ayah, Ibu dan 3 orang anak)
6.  Reinbursement dan Cashless di Rumah Sakit Rekanan
7.  Polis untuk Anak mulai usia 6 bulan
8.  Pertanggungan Maksimal sampai dengan usai 75 tahun

*) Dengan memperhatikan batas tahunan keseluruhan (Lihat Tabel Manfaat)


SOS International
Satu kartu berjuta manfaat, bekerja sama dengan Internasional SOS untuk memberikan pelayanan terbaik untuk rawat inap non cash.  Biaya perawatan yang dibayar sesuai dengan manfaat pertanggungan yang terdapat dalam polis asuransi.  Memiliki kerja sama dengan 240 rumah sakit di seluruh Indonesia dengan proses Klaim yang mudah. 



4 hal penting dalam hidup

Polis tanda cinta

4 hal penting dalam hidup

Kalau bisa saya simpulkan, secara umum ada 4 hal penting dalam hidup ini, yaitu :


1. Keluarga

Mungkin saat ini anda masih single atau belum berkeluarga, namun suatu saat anda pasti akan menikah, dan setelah menikah kita pasti akan memikirkan keluarga, dalam hal keuangan kita pasti ingin mempunyai tabungan yang cukup.


2. Pendidikan

Dari pernikahan, kehadiran si buah hati pastinya menjadi sebuah dambaan setiap pasangan, seorang anak yang lucu akan melengkapi kehidupan keluarga. Tidak hanya sampai disitu, menyekolahkan anak untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik adalah keinginan setiap orang tua.


3. Kesehatan

Kesehatan setiap anggota keluarga merupakan prioritas, sakit bukanlah sebuah keinginan, namun bukan rahasia lagi bahwa biaya kesehatan itu tidak murah saat sudah dihadapkan pada resiko sakit dalam perjalanan hidupnya, seperti kata bijak berikut ini, " Ingatlah sehat sebelum sakit."


4. Pensiun

Untuk terpenuhinya kondisi keuangan yang memadai saat memasuki masa pensiun, diperlukan persiapan dan perencanaan yang baik. Apapun profesi kita, pegawai negeri, swasta ataupun wiraswasta berhak merasakan ketentraman dalam sisi keuangan di usia lanjut, selain harapan dikelilingi anak dan cucu yang bahagia. 

Lalu pertanyaanya adalah, apa prioritas anda dari empat hal diatas? dan sudah siapkah anda berapa dana yang dibutuhkan?

Marilah merencanakan semuanya dari sekarang, banyak instrumen perencanaan keuangan yang bisa diikuti, salah satunya dengan asuransi unit link, memberikan kemudahan bagi anda untuk perencanaan keuangan masa depan, dengan memadukan antara proteksi (asuransi) dan investasi.

Diulas : Ganang Gatikta



Istilah-istilah Asuransi

Istilah asuransi Jiwa Unit Link

Istilah-istilah Asuransi

Banyak sekali istilah-istilah asuransi yang membingungkan bagi yang tidak terbiasa dengan asuransi, bahkan mungkin yang sudah memiliki asuransi pun ada yang belum paham mengenai istilah-istilah tersebut.  Berikut ini daftar istilah yang menurut saya umum digunakan, untuk membantu kita agar dapat lebih memahami.

Premium (premi) 

Sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh pemegang polis kepada penanggung, untuk memperoleh pertanggungan asuransi yang diinginkan.

Polis

Dokumen yang memuat perjanjian antara pemegang polis dan penanggung.

Pemegang Polis

Perorangan atau badan yang mengadakan perjanjian dengan penanggung atau bisa disebut pihak yang  menggunakan asuransi.

Penanggung

Adalah perusahaan asuransi dimana pemegang polis mengikuti asuransi.

Tertanggung

Perorangan yang atas jiwanya diadakan pertanggungan dan ditanggung oleh penanggung.

Uang Pertanggungan

Sejumlah uang yang tercantum pada polis, sebagai dasar perhitungan manfaat pertanggungan atau terkadang orang menyebut warisan.

Manfaat Pertanggungan

Pembayaran yang akan dibayar oleh penanggung apabila syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana tercantum dalam polis dipenuhi.

Grace Period (masa tenggang/masa leluasa)

Jangka waktu setelah berakhirnya masa jatuh tempo tanggal pembayaran premi di mana pembayaran premi masih bisa dilakukan tanpa dikenakan bunga. Selama jangka waktu ini, polis masih dianggap berlaku.

Rider (manfaat tambahan) 

Merupakan manfaat tambahan yang dapat disertakan pada suatu program asuransi dasar.

Polis Lapse

Adalah gagal bayar, penghentian penanggungan asuransi sebagai akibat dari tidak dibayarnya premi-premi.

Reinstatement (pemberlakuan kembali) 

Proses memberlakukan kembali suatu polis yang telah lewat waktu yang diakibatkan karena tidak dibayarnya premi.

Premi Reguler

Pembayaran premi secara berkala, sebagai contoh, bulanan, setiap empat bulan, setiap enam bulan atau tahunan.

Top Up

Sejumlah uang yang dibayar oleh pemegang polis kepada penanggung untuk memperbesar investasi.

Tanggal Penerbitan

Tanggal dimana polis diterbitkan.

Ringkasan Polis 

Bagian dari polis yang berisi keterangan mengenai pertanggungan asuransi yang lebih rinci.

Tanggal Berlaku

Tanggal dimana polis mulai berlaku. Tahun, bulan dan ulang tahun Polis diperhitungkan berdasarkan Tanggal Mulai Berlaku.

Unit

Satuan jumlah penyerta pemegang polis dalam setiap dana yang dipilih.

Harga Jual

Harga per Unit yang diterapkan pada tiap transaksi yang berkaitan dengan pembentukan Unit.

Harga Beli

Harga per Unit yang diterapkan pada setiap transaksi yang berkaitan dengan pembatalan dan pemindahan Unit.

Nilai Polis 

Total unit yang berasal dari alokasi investasi, termasuk hasil pengembangannya yang dinyatakan dalam mata uang polis.

Nilai Tunai/Nilai Tebusan

Jumlah uang yang akan diterima oleh pemegang polis apabila ia menuangkan polis asuransi jiwanya yang memiliki manfaat nilai tabungan.

Unit Linked

Premi-premi yang dibayarkan digunakan baik untuk membeli manfaat proteksi asuransi jiwa maupun unit-unit dalam suatu portofolio dana investasi. Harga unit-unit akan tergantung pada kinerja investasi dana.

Single Premi (polis dengan premi sekali bayar) 

Suatu polis yang hanya menghendaki sekali pembayaran premi yang dilakukan di muka.

Underwriting (penjaminan) 

Proses penilaian risiko yang terkait pada calon tertaggung, serta pembuatan keputusan untuk menerima atau menolak risiko tersebut.

Stroke ringan menyerang temanku

Stroke ringan (cerita asuransi)

Saya tertegun saat mendengar kabar dari teman, bahwa sudah seminggu lebih Arif yang juga teman saya, terkena stroke di bagian wajah sebelah kanan.  Pada awalnya saya tidak percaya sembari menimpali dengan bercanda: "kanker kali, alias kantong kering", sambil tersenyum teman saya menjawab : "klo kantong kering itu penyakitmu mas, coba deh mampir kerumahnya".  Dalam hati saya bertanya, apakah benar Arif umurnya masih 29 tahun yang tergolong masih muda dan anak baru satu, bisa terkena stroke?
Stroke ringan menyerang temankuAkhirnya malam hari saya meluncur ke rumahnya, setelah sampai saya dipersilakan istrinya masuk menemui Arif, dan akhirnya terbukti sudah rasa penasaran saya tadi siang.  Dengan duduk di kursi sofa menonton televisi, sambil berusaha menyapa saya, bicara pun kurang jelas karena separuh mulutnya tidak bisa digerakan dengan sempurna, terlihat diwajah sebelah kanan, raut muka Arif yang seakan sudah tidak berotot yang sudah mati rasa atau biasanya orang bilang "perot".  Disela kesempatan istrinya bercerita, untung di pagi hari setelah suaminya selesai mandi dia melihat keanehan pada muka suaminya sehingga pertolongan pertama tidak terlambat, akhirnya dirujuk ke pelayanan kesehatan terdekat dan sekarang menjalani terapi untuk pemulihan.
Dari kisah ini, dapat kita ambil pembelajaran bahwa resiko hidup dalam hal ini sakit, sakit apapun itu, bisa datang setiap saat, kepada setiap orang, tanpa diharapkan, tanpa diketahui dan tanpa kita duga sebelumnya.  Yang menjadi renungan dalam cerita diatas adalah :  
  1. Bagaimana seandainya Arif yang wiraswasta dan bertindak pencari nafkah dalam keluarga ini terlambat dalam pertolongan pertama hingga menyebabkan penyakitnya bertambah parah, dan dibutuhkan waktu lama untuk pemulihan sehingga menyebabkan  dirinya berbulan-bulan tidak bisa mencari nafkah, otomatis tidak akan ada pemasukan.
  2. Seandainya itu serjadi, bagaimana dengan keluarganya? sedangkan dapur harus tetap berasap, kebutuhan rutin harus tetap dikeluarkan seperti biaya listrik, air dan telpon, belum lagi biaya sekolah anak dan lain-lain.
  3. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk penyembuhan. Seandainya tabungan sudah tergerus habis, apa yang akan dilakukan?Jual aset atau berhutang?
Kita semua pasti tidak menginginkan semua itu terjadi, tapi bagaimana cara kita mengalihkan resiko dan meminimalkan dampak dari resiko itu seandainya harus terjadi.

Dalam perbicangan santai di ruang keluarga, mereka pun menyadari bahwa asuransi itu memang perlu, sebelumnya penawaran asuransi menjadikan sesuatu yang selalu mereka hindari dengan berbagai pertimbangan dan alasan, termasuk penawaran dari saya, tapi setelah semua ini terjadi mereka baru menyadari kenapa tidak sedari dulu mengikuti asuransi kesehatan, sehingga tabungan tidak tergerus untuk biaya-biaya seperti ini, dan juga karena masih banyak penyakit lain diluar sana yang lebih parah dari sakit yang Arif derita sekarang ini. Sang istri sempat berkata : " Kami harus sedia payung sebelum hujan, seandainya hujan itu memang turun, paling tidak baju dan badan tidak akan basah semua."

Saya yakin, masih banyak cerita seputar asuransi yang memiliki kesamaan dengan cerita teman saya diatas di masyarakat. Memang manfaat asuransi tidak bisa langsung dirasakan begitu kita mengikuti asuransi. Berbeda dengan makanan, minuman yang bisa langsung dapat kita rasakan manfaatnya, makanan enak membuat kenyang, minuman segar membuat rasa haus kita hilang.  Seandainya semua orang bisa tau masa depan, kapan kita sakit, kapan kecelakaan, kapan kita meninggal, mungkin cukup dengan punya etalase, kita tempatkan di depan rumah atau toko dan disitu dituliskan "Disini Jualan Asuransi" orang pada berbondong-bondong membeli asuransi seperti membeli pulsa.

Diulas : Ganang Gatikta
Terima kasih buat temanku Arif dan keluarga di Malang :)

Menkes Endang Rahayu Meninggal karena Kanker

Menkes Endang Rahayu
Kabinet SBY kembali berduka, setelah baru saja kehilangan wamen ESDM saat melakukan pendakian gunung, kini Menteri Kesehatan Endang Rahayu meninggal dunia hari Rabu, 2 Mei, pukul 11.45 di RSCM Jakarta saat menjalani perawatan, karena penyakit kanker paru-paru lanjut yang dideritanya.

Dari berita yang saya dengar di televisi ataupun media cetak dan online, beliau sejak beberapa pekan ini menjalani perawatan insentif di RSCM karena penyakit kanker paru yang sudah beberapa tahun diderita.
Pihak RSCM pun mengatakan bahwa penyakit yang diderita beliau memang sudah akut, dan beliau sudah mengupayakan semaksimal mungkin untuk kesembuhanya dengan pengobatan di dalam maupun luar negeri.

Meskipun sedikit terlambat memposting artikel ini, namun tidak ada salahnya jika saya ingin mengajak kita semua, termasuk saya, untuk lebih mengenal mengenai kanker paru ini, karena kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar di Indonesia, yang mana terdapat berbagai macam jenis kanker, misal kanker serviks (leher rahim) pada wanita yang pernah saya ulas di artikel "Wanita perlu tahu tentang Kanker Serviks".

Artikel mengenai kanker paru, akan saya ulas diartikel selanjutnya. Silakan membaca artikel "Mengenal Kanker Paru-Paru".

Diulas : Ganang Gatikta


Menkes Endang Rahayu Meninggal karena Kanker out of 10 based on 10 ratings. 1 user reviews.

Program Dana Pensiun

Program Dana Pensiun

Program dana pensiun.

Merencanakan masa depan salah satunya adalah dengan mempertimbangkan mengikuti program dana pensiun sebagai bekal di hari tua nanti. Saat ini banyak sekali program dana pensiun yang ditawarkan kepada masyarakat, salah satunya oleh perusahaan asuransi.

Umumnya masyarakat menganggap bahwa pensiun itu adalah untuk karyawan yang bekerja di instansi pemerintah ataupun swasta, sebenarnya apapun latar belakang pekerjaan kita, bisa dan berhak untuk merencanakan pensiun.

Memang pada prinsipnya, dana pensiun merupakan salah satu alternatif untuk memberikan jaminan kesejah­teraan kepada karyawan. Adanya jaminan kesejahteraan tersebut memungkinkan karyawan untuk memperkecil masalah yang timbul dari resiko-resiko yang mungkin akan terjadi dalam hidupnya, misalnya kehilangan pekerjaan, usia lanjut, kecelakaan yang mengakibatkan cacat tubuh atau bahkan mungkin kematian, karena resiko-resiko tersebut sedikit banyak akan memberikan dampak finansial bagi keluarga. 

Pada dana pensiun juga merupakan program asuransi jiwa karena mengandung aspek sosial, yaitu berkaitan dengan tanggung jawab moral pencari nafkah saat dirinya tidak lagi mampu bekerja, dan juga kepada  keluarganya pada saat dirinya meninggal dunia.

Cara pembayaran manfaat pensiun dapat dilakukan dengan :
  • Pemberian secara sekaligus atau saat usia pensiun
  • Pemberian secara berkala sesuai dengan perjanjian
Jadi kesimpulanya, untuk mendapatkan dana pensiun dihari tua tidak harus seseorang itu bekerja pada sebuah perusahaan, setiap orang dapat mengikuti program dana pensiun untuk perencanaan keuangan masa depan yang lebih baik.

Diulas : Ganang Gatikta


Dana Pendidikan, sudah siapkah?

pendidikan anak, asuransi pendidikan, dana pendidikan

Dana pendidikan, sudah siapkah?

Ayoo..sekolah..." masih ingatkah iklan layanan masyarakat yang dulu sempat ngetren di televisi?
Ya, pendidikan sangatlah penting bagi generasi penerus bangsa ini, para orang tua berusaha semaksimal mungkin akan menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya bahkan jika mungkin ke sekolah favorit.

Saat ini ujian nasional sedang berlangsung, siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik agar bisa lulus dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, begitupun orangtua, mereka akan berusaha menyiapkan dana bagi anak-anaknya agar bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya dan menjadi sarjana-sarjana harapan orang tua.
Yang menjadi pertanyaan adalah sudah siapkah kita sebagai orang tua mempersiapkan dana pendidikan bagi putra putri kita? sebagian mungkin menjawab sudah dan sebagian lagi belum.

Bagi yang sudah ada beberapa kemungkinan :
  1. Memang mempunyai kemampuan finasial yang "lebih", misal memiliki investasi, aset yang bisa diharapkan.
  2. Mengikuti program pendidikan, misalkan asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan.
  3. Dari awal sudah menyisihkan sebagian dana untuk pendidikan namun tidak mengikuti program pendidikan.
Sebenarnya banyak orang tua yang ­ sadar, pendidikan itu sangat penting, namun kurang menyadari pentingnya mempersiapkan dana pendidikan itu sendiri. Saat tahun ajaran baru, mereka kebingungan akan dana tersebut karena belum ada persiapan, terkadang berbagai cara ditempuh dengan meminjam dana kepada saudara, teman ataupun ke lembaga-lembaga kredit, yang akan semakin membebani kondisi finansial kita kedepan. 

Sebenarnya hal seperti itu tidak perlu terjadi seandainya kita bisa mempersiapkan dana pendidikan sejak awal, misal mengikuti program asuransi pendidikan.
Sebaiknya memang asuransi pendidikan dimulai sejak anak berusia 0 tahun, disamping premi yang disetorkan lebih murah, direncanaan lebih awal adalah lebih baik.  
Namun tidak ada kata terlambat untuk memulai merencanakan dana pendidikan dari sekarang, meskipun putra putri kita sudah sekolah, karena banyak instrumen investasi yang bisa kita ikuti sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan kemampuan finansial kita.



Menghindari Agen Asuransi Nakal

Agen Asuransi

Menghindari Agen Asuransi Nakal.

Sebagai salah satu agen asuransi seringkali mendengar pertanyaan tentang kegundahan calon nasabah seperti  masalah klaim yang lambat atau agen asuransi yang nakal, dimana mereka menceritakan itu dari pengalaman pribadi tertipu oleh agen nakal ataupun cerita dari orang lain bahwa kliam asuransi itu ribet.  
Layaknya sebuah trauma, seringkali harus melalui pendekatan lebih untuk membebaskan  trauma tersebut dari calon nasabah terhadap cerita miring seputar asuransi.

Menurut saya, berikut hal untuk mengurangi resiko tersebut:

Klaim

Saat calon nasabah akan mengikuti asuransi harus mengisi  formulir Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ) . Misalkan pertanyaan yang berhubungan dengan kesehatan, penyakit  yang pernah diderita , disini dibutuhkan kejujuran calon nasabah.  Adakalanya calon nasabah tidak jujur ketika memberikan informasi mengenai penyakit yang dideritanya. Selain itu syarat-syarat pengajuan klaim harus lengkap juga berpengaruh dalam proses klaim.
Tudingan miring terhadap perusahaan asuransi  seringkali karena hal diatas sehingga klaim terkesan lama.

Agen Nakal

Agen nakal adalah “oknum”, tidak semua agen asuransi itu nakal, masih banyak agen yang jujur dan professional dan agen yang resmi adalah berlisensi dari AAJI ( Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia), tidak ada salahnya calon nasabah menanyakan kartu lisensi keagenan tersebut.
Untuk menghindari agen nakal dan mengurangi resiko dari hal yang tidak diinginkan, lebih baik  premi disetorkan lewat Bank ke rekening perusahaan asuransi, meski sedikit menyita waktu di sela kesibukan  nasabah namun akan lebih aman, ataupun bisa melalui fasilitas autodebet lewat rekening bank ataupun kartu kredit.


  

Mengenal Jenis Asuransi

Mengenal Jenis Asuransi.  Banyak produk asuransi ditawarkan. Tapi hati-hati, tidak setiap produk sesuai dengan kebutuhan Anda. "Harus dilihat produknya," kata Ketua Dewan Asuransi Indonesia, Cornelius Simanjuntak kepada VIVAnews.com, Kamis, 14 Juli 2011.

Menurut dia, konsumen harus jeli melihat produk, jangan asal beli. Sebab, asuransi jiwa terdiri atas beberapa produk. Masing-masing jenis memiliki manfaat yang berbeda-beda, guna melayani berbagai macam kebutuhan dan kemampuan nasabah.

Tak hanya itu, Corlelius menyarankan agar calon klien melihat rekam jejak perusahaan asuransinya. "Apakah perusahaan asuransi itu terdaftar di Kementerian Keuangan atau tidak," ujar Cornelius.

Bila setiap produk asuransi berbeda, lalu apa jenis-jenis produk asuransi? Berikut jenis-jenis asuransi menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam laman resminya:

1. Asuransi jiwa berjangka (Term)

Ciri khas ini terletak pada proteksi maksimum dengan preminya yang relatif rendah. Sebab itu, jenis produk ini menarik bagi calon tertanggung yang mempunyai kebutuhan asuransi besar, namun daya belinya terbatas.

Siapa yang cocok dengan polis ini?
- Calon pemegang polis yang ingin memproteksi masa depan anaknya.
- Calon pemegang polis yang baru meniti karier.

2. Asuransi jiwa seumur hidup (Whole life)

Ciri khas asuransi ini adalah jenis dasar asuransi jiwa permanen yang memberi proteksi asuransi seumur hidup.

Siapa yang cocok dengan produk ini?
- Calon pemegang polis yang ingin memiliki proteksi jiwa sekaligus menghasilkan dana tabungan yang dapat dipakai untuk kebutuhan darurat.
- Calon pemegang polis yang membutuhkan proteksi penghasilan permanen (biaya tagihan rumah sakit).
- Calon pemegang polis yang ingin mendapat sejumlah pertumbuhan modal investasi.

3. Asuransi jiwa dwiguna (Endowment)

Ciri khas asuransi ini adalah proteksi yang memberikan jumlah uang pertanggungan saat tertanggung meninggal dalam periode tertentu, dan sekaligus memberikan seluruh uang pertanggungan jika ia masih hidup pada masa akhir pertanggungan.

Karena memberikan dua manfaat, asuransi ini disebut dwiguna atau unit link. Produk ini berguna bagi calon pemegang polis yang ingin terlindung dari dampak keuangan karena kematian dini.

Siapa yang cocok dengan produk ini?
- Calon pemegang polis yang memerlukan dana bagi pendidikan anak.
- Calon pemegang polis yang ingin memiliki sejumlah dana untuk kebutuhan di masa depan.
- Calon pemegang polis yang ingin memiliki dana pensiun.
   
Asuransi ini terbagi dalam dua jenis, asuransi jiwa unit link single (premi tunggal) dan asuransi jiwa unit link reguler (premi berkala). Ciri khas asuransi premi tunggal adalah premi dibayarkan secara sekaligus. Biasanya asuransi ini premi untuk pemegang polis yang ingin berinvestasi jangka panjang.

Sementara itu, ciri khas asuransi premi berkala merupakan investasi jangka panjang yang polisnya diatur secara berkala. Pemegang polis ini biasanya orang yang memilih investasi namun tetap terproteksi. (art)




 

Mempersiapkan Biaya Kesehatan Secara Optimal

Mempersiapkan Biaya Kesehatan Secara Optimal.  Banyak diatara kita mungkin bertanya-tanya bagaimana saya dapat mempersiapkan dana kebutuhan kesehatan baik untuk berobat jalan maupun untuk rawat inap. Memang belum banyak artikel mengenai ini, biasanya anda akan langsung membeli produk asuransi jiwa yang sudah ada tambahan asuransi kesehatan didalamnya atau dikenal dengan riders.

Masih kondisi yang belum mengerti akhirnya kita setuju untuk membeli produk asuransi tambahan penyakit kritis. Tujuannya memang baik untuk melindungi jika kita terserang penyakit kritis, namun sesungguhnya kita harus lebih bijak untuk mengetahui apakah kita perlu membeli asuransi tambahan itu. Sementara biaya untuk membeli asuransi tambahan tersebut juga tidak murah.

Memang perlu diketahui khusus untuk biaya kesehatan besarnya adalah sangat bervariasi sampai saat ini masih tidak ada acuan yang jelas, sebagai contoh adalah penyakit Jantung (salah satu penyakit termahal) seseorang yang mengalami penyempitan pembuluh darah pada titik tertentu dan harus dilakukan operasi jantung dengan tujuan mengembalikan besaran dari pembuluh darah tersebut, berdasarkan data tahun 2011 yang didapat dari klien kami, biaya rata-rata untuk penyakit tersebut adalah berada pada kisaran antara Rp 5 juta hingga Rp 30 juta per harinya, biaya tersebut sudah termasuk biaya operasi jantung (kondisi standar tanpa komplikasi), ruang rawat inap (tergantung kelas), biaya kunjungan dokter, biaya obat pada saat rawat inap, biaya periksa atau kontrol kesehatah (darah, urine, dll) serta biaya peralatan kesehatan lain yang dibutuhkan diantaranya adalah oksigen, dll.

Pembaca yang bijak kisaran biaya untuk biaya kesehatan pada kasus diatas memang sangat besar, secara sederhana biaya tersebut tinggal dikalikan jumlah hari sang pasien melakukan rawat inap dirumah sakit. Nah kembali lagi berdasarkan data dari beberapa klien kami bahwa jumlah hari untuk kasus diatas berkisar antara 10 hingga 20 hari, bisa anda bayangkan berapa dana yang diperlukan? Amat besar tentunya. Lalu bagaimana dengan penyakit lain? Kanker, paru-paru dan yang lainnya? Nah sekali lagi memang ternyata belum ada acuan yang pas untuk memperkirakan biaya kesehatan.

Harus Objektif
Berdasarkan fakta tersebut maka mutlak dibutuhkan persiapan biaya kesehatan secara optimal khususnya biaya pada saat kita beada diusia produktif maupun ketika kita memasuki usia pensiun. Untuk itu marilah kita persiapkan secara objektif, dalam hal ini jangan mudah terpengaruh oleh bujuk rayu agen penjual.

Berikut adalah kiat-kiat untuk mempersiapkan biaya kesehatan:
Biaya kesehatan harus dipersiapkan jauh sebelum penyakit datang, lebih awal lebih baik! Siapkan sejak anda mulai bekerja. Mengapa? Karena biaya ini jika tidak terpakai secara signifikan dapat merupakan cadangan biaya kesehatan anda dengan jumlah yang cukup besar pada saat anda memasuki usia pensiun kelak di umur 55 tahun. Jadi jangan terlambat dalam hal mempersiapkan biaya kesehatan.
Berbicara biaya kesehatan pada usia kerja atau usia produktif, ada dua hal yang harus anda perhatikan, pertama anda mutlak memiliki asuransi kesehatan (melakukan transfer resiko jika terjadi sakit dan rawat inap) dan kedua anda wajib melakukan investasi kesehatan dalam bentuk reksa dana untuk persiapan menutupi kekurangan dari asuransi kesehatan jika terjadi rawat inap.

Adapun konsep dasar dalam mempersiapkan biaya kesehatan adalah:

  1. Membeli asuransi kesehatan sebelum sakit, di usia yang masih muda
  2. Di usia muda, beli program asuransi kesehatan rawat inap denga premi yang paling rendah
  3. Masukan dana investasi kesehatan pada reksa dana dengan jumlah investasi yang harus meningkat setiap tahunnya, dimulai dengan angka peningkatan 10 persen pertahun.
Untuk lebih jelasnya biaya kesehatan dapat dipilah sesuai dengan usia sebagai berikut:

• Kisaran usia produktif awal yakni: 21 hingga 30 tahun maka:

  1. Pilih asuransi kesehatan rawat inap dengan premi termurah, anda tidak dianjurkan membeli perlindungan tambahan untuk asuransi penyakit kritis. Mengapa demikian?, karena asuransi penyakit kritis ini memiliki besaran premi tambahan yang tidak sedikit. Untuk kisaran usia ini kemungkinan rawat inap di rumah sakit sangat kecil, kecuali bagi mereka yang mempunyai penyakit bawaan atapun turunan dari keluarga, misalkan penyakit asma, diabetes, dll. Perlu dicatat bahwa untuk penyakit tertentu yang bersifat bawaan dari keluarga biasanya asuransi kesehatan memerlukan periode waktu tertentu untuk dapat mengcovernya, misalkan 6 bulan hingga 1 tahun sejak polis asuransi terbit
  2. Lakukan investasi untuk kesehatan yang bersifat tambahan pada reksa dana (diluar asuransi kesehatan). Berapa besarnya? Untuk usia 21 s/d 30 tahun dapat dimulai dengan Rp 150.000 hingga Rp 250.000  setiap bulannya dan lakukan peningkatan investasi sebesar 10 persen pertahunnya. Jika ini anda lakukan, dengan asumsi yield reksa dana 15 persen pertahun maka:
    a. Dalam kurun waktu 5 tahun dana berada dalam kisaran Rp 15,7 juta hingga Rp 26,2 juta
    b. Dalam kurun waktu 10 tahun dana berada dalam kisaran Rp 58,6 juta hingga Rp 97,7 juta
    c. Dalam kurun waktu 25 tahun dana berada dalam kisaran Rp 975,7 juta hingga Rp 1,6 milyar
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan untuk rawat inap dari perusahaan maka anda tidak perlu mempersiapkan asuransi kesehatan tambahan.
  4. Pengecualian bagi yang memiliki penyakit bawaan keluarga semisal diabetes, paru-paru dsb., dapat membeli asuransi jiwa yang memiliki program terminal illness, mengenai ini silahkan baca artikel ini hingga selesai, akan dijelaskan nanti.
• Kisaran usia produktif 31 hingga 40 tahun

  1. Anda tetap disarankan untuk melanjutkan program asuransi kesehatan yang telah ada dengan proteksi rawat inap sedikit lebih mahal, mengapa? Karena pada kisaran ini peluang anda sakit dan dirawat di rumah sakit adalah lebih besar jika dibandingkan dengan periode usia sebelumnya.
  2. Besar investasi untuk kesehatan pada reksa dana berada dalam kisaran Rp 400.000 hingga Rp 650.000 setiap bulannya. Peningkatan investasi tetap sebesar 10 persen setiap tahun, dengan demikian:
    a. Dalam kurun waktu 5 tahun pertumbuhan dana akan bertambah berada dalam kisaran Rp 42 juta hingga Rp 68,3 juta
    b. Dalam kurun waktu 10 tahun maka pertumbuhan dana terus bertambah berada dalam kisaran Rp 156 juta hingga Rp 254 juta
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan, maka anda tetap tidak disarankan untuk membeli asuransi kesehatan tambahan.
  4. Yang anda perlukan hanyalah penambahan investasi kesehatan pada reksa dana (jika keuangan memungkinkan tentunya).
  5. Namun bagi yang memiliki penyakit bawaan anda tetap dianjurkan untuk menjalankan sesuai dengan pengecualian butir 4 (kisaran usia 21 hingga 30 tahun) diatas.
• Kisaran usia produktif 41 hingga 55 tahun

  1. Anda wajib untuk melanjutkan program asuransi kesehatan yang telah ada dengan proteksi rawat inap minimal pada kelas menengah, mengapa? Karena pada kisaran ini peluang anda sakit dan dirawat di rumah sakit adalah lebih besar jika dibandingkan dengan periode usia sebelumnya.
  2. Besar investasi kesehatan pada reksa dana berada dalam kisaran Rp 1 juta hingga Rp 1,6 juta setiap bulannya. Peningkatan investasi cukup sebesar 7 persen setiap tahun, mengapa demikian? Karena kami berasumsi dana kesehatan sudah terbentuk pada periode sebelumnya.
  3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan, maka pada periode usia ini anda boleh untuk membeli asuransi kesehatan tambahan, dengan catatan tanyakan pada perusahaan asuransi yang baru apakah klaim dapat terbayar 100 persen meskipun telah memiliki asuransi kesehatan yang lain.
  4. Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli asuransi penyakit kritis. Pada umumnya jenis asuransi ini dapat anda tempelkan atau tambahkan di asuransi jiwa. Berbicara asuransi jiwa anda juga dapat memilih produk yang memiliki terminal illness yakni sebuah program untuk uang pertanggungan yang akan dibayar ketika tertanggung mengalami sakit yang menurut medis peluang hidupnya tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Dalam kondisi itu sebagian uang pertanggungan akan dibayarkan meski tertanggung masih hidup. Uang dari asuransi ini pun dapat digunakan untuk biaya kesehatan tentunya. Sebagai informasi diantara kedua jenis asuransi penyakit kritis dibandingkan dengan asuransi terminal illness, besar premi yang termurah umumnya ada diasuransi terminal illness.

Demikian pembaca, pada dasarnya kita mutlak untuk memilah produk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang sesuai dengan usia kita agar kelak pada saat pensiun kita tetap memiliki dana kesehatan yang cukup besar karena pada usia tersebut justru dana kesehatan amat dibutuhkan. Jadi hindari over invest pada usia produktif dengan salah membeli asuransi kesehatan yang sesungguhnya tidak begitu diperlukan pada usia muda

Sumberhttp://health.kompas.com/


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ASURANSI UNIT LINK KESEHATAN PENDIDIKAN PENSIUN INVESTASI TERBAIK - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger